Resensi From Bandung with Love
January 10th, 2012 § Leave a Comment
Pas setelah sidang, saat2 santai pas mendapat stok film Indonesia. Hmm bukan tentang hantu2 atau esek2 murahan kok,. akan saya bahasa resensinya satu persatu disini,.hehe
Film yang pertama From Bandung with Love,. Ya sebenarnya gabegitu suka film bergenre romance tp ga ada salahnya coba2 liat,haha
Sepuluh dari 11 lelaki tidak setia. Itu teori yang didengar Vega, seorang mahasiswi jurusan sastra yang juga bekerja sebagai penyiar radio dan freelance sebagai script writer di sebuah biro iklan. Tentu saja Vega penasaran dengan teori yang diperkuat Wulan, temannya yang baru saja mendapati pacarnya selingkuh.
Vega yang mengasuh acara mingguan tentang masalah percintaan dan hubungan antara pria dan wanita bertajuk “From Bandung With Love”, akhirnya mendapat ide untuk materi siaran berikutnya. Vega berniat membahas masalah perselingkuhan dan kesetiaan dalam siarannya minggu mendatang.
Vega kemudian memutuskan untuk mendekati dan mengamati Ryan, creative director di biro iklan tempatnya magang untuk mendapatkan fakta dan data, dari sisi lelaki. Memilih Ryan dirasa sungguh tepat, sebab lelaki ini terkenal playboy.
Vega memanfaatkan waktu seminggu menjelang siaran untuk mendekati Ryan, untuk mencari tahu dari sisi lelaki yang tidak setia
Apa pun bisa terjadi dalam 6 hari. Seperti dialami Vega. Dalam proses pendekatan dan pengamatan diam-diam tingkah Ryan, Vega malah terjebak dalam lingkaran perasaan. Dia jatuh cinta kepada Ryan. Sebagai playboy, Ryan memang mempunyai jurus-jurus jitu menaklukkan perempuan. Ryan seperti tahu betul apa yang dibutuhkannya sebagai perempuan.
Dan sialnya itu tidak ada dalam diri Dion pacar Vega. Lelaki lugu dan bisa disebut naïf. Konvensional dalam bercinta. Apa pun bisa terjadi dalam 6 hari. Ketika Vega menyadari posisinya, dia harus bersikap. Tapi menjadi dilematis, karena apa yang dilakukannya dengan Ryan diketahui Dion.
Vega akhirnya pun ditengah dikeraguannya pun lebih memilih Dion. Ketika Vega dan Ryan bermesraan didalam mobil untuk terakhir kalinya, tanpa disadari mereka Dion melihat kejadian tersebut. Dan akhirnya Dion pun pergi meninggalkan Vega. Dia merasa tidak bisa memberikan sesuatu yang telah diberikan oleh Ryan selama ini. Vega pun sedih dan menyesal, namun waktu tidak dapat diulang dan dunia terus berputar.
Film ini mampu menghadirkan sudut pandang lain mengenai perselingkuhan. Umumnya perselingkuhan dihadirkan melalui sudut pandang perempuan sebagai korban. Namun kali ini, film garapan Henry Adianto menampilkan perempuan sebagai pelakunya.
Karakter Vega pun mampu menggambarkan wanita pada umumnya, yang suka dirayu dan tak tahan pada godaan ‘buaya darat’.
Oh ya hal yang menarik dari film ini OST nya enak, Waktu yang Dinanti dari UNGU
