Pengetahuan Keprofesian dan Cita-cita

Cita-cita dibentuk tak terlepas dari pengalaman dan pengetahuan. Kalau kita mengajukan pertanyaan ke anak-anak SD/SMP mengenai cita-cita mereka pastilah jawabannya tidak jauh dari : dokter, polisi, suster, astronot, pilot, guru, pemain bola, pemusik. Anything else? (bahkan teman saya ketika SD dulu punya cita-cita jadi supir truk karena keren bawa kendaraan super gede kemana-mana). Kalau kita ajukan pertanyaan yang sama ke anak kuliahan apa jawabannya? Tentunya jauh lebih beragam dan tajam : pingin jadi programmer lah, pingin jadi petroleum engineer, ngadain riset, jadi dosen, jadi akuntan, dokter gigi, kedubes, marketer, enterprener dsb. Cita-cita bisa berubah. Cita-cita ketika SD belum tentu sama dengan cita-cita kita sekarang ketika kuliah. Contohnya salah satu teman saya dulu pingin jadi supir truk eh malah sekarang jadi dokter. Well, apa yang membuat cita-cita bisa merubah? Cita-cita bergerak seiring bertambahnya pengalaman dan pengetahuan. Kita mungkin ga bercita-cita jadi programmer kalau ga tahu programmer itu apa, kerjaannya ngapain aja, kita mungkin juga ga mungkin bercita-cita jadi researcher alias peneliti kalau ga pernah denger peneliti itu ngapain aja. Point nya adalah salah satu factor yang menentukan cita-cita kita adalah pengetahuan yang kita miliki tentang keprofesian.

unduhan

Anak SD/TK kalau ditanya cita-cita mengapa jawabannya itu-itu saja karena kurang pengetahuan akan keprofesian. Yang mereka ketahui adalah yang langsung berhubungan langsung dengan mereka. Guru mereka lihat disekolah, polisi mereka lihat di jalan dan berita, dokter mereka berinteraksi ketika sakit. Saya bayangkan tentu keren jika pengetahuan akan keprofesian sudah ditanamkan sejak dini melalui pendidikan formal. Misalnya menghadirkan guest teacher setiap minggunya dari berbagai profesi yang berbeda-beda. So, sejak dini kita sudah diarahkan untuk berimajinasi dan mengeksplorasi diri. Ketika kita mengetahui berbagai keprofesian yang ada, cita-cita mulai terbayang dan jalan pun dapat ditentukan. Jangan sampai kita memilih penjurusan IPA/IPS ketika kuliah hanya berdasarkan trend dan mayoritas teman-teman.

Fenomena kebutaan keprofesian menyebabkan anak-anak SMA bingung akan melanjutkan kuliah kemana dan jurusan apa. Bingungkan kalau disuruh milih jalan mana yang kudu ditempuh sedangkan tujuannya saja masih blur. Mungkin mayoritas anak IPA SMA gatau apa itu jurusan metalurgi, geodesi, planologi. Mungkin mereka gatau juga bahwa lulusan teknik industri (industrial engineer) peluangnya bakal jadi apa, bakal ngerjain apa aplikasinya didunia nyata. Sungguh ironis kalo emang itu terjadi hampir di mayoritas pelajar Indonesia. Jujur saya dulu gitu. Passing grade membutakan sebelah mata saya. Saya dulu suka akan fisika dan matematika. Karena ketika tahun 2007 passing grade paling tinggi untuk teknik adalah Elektro dan Informatika ITB maka saya memilih jurusan tersebut. Ibaratnya sayang kalau mampu mengapa tidak paling tinggi sekalian. Padahal dalam hati kecil saya ada niat untuk ke teknik mesin ataupun teknik fisika. (Namun seiring berjalannya waktu saya kembali ke track yang ‘benar’. Pekerjaan saya sekarang merupakan kolaborasi teknik mesin, teknik fisika dan elektro).

Melalui tulisan ini harapannya kita semua dapat berbagi mengenai profesi kita ke orang lain. Jujur saya sendiri penasaran dan pingin tahu mengenai kehidupan profesi misal non teknik ngapain aja, dokter ngapain aja, polisi itu sebenarnya gimana kehidupannya sampai Presiden. Saya sendiri sekarang adalah instrument and electrical engineer (project engineer) di sebuah consumer goods industry. Saya bekerja based on project. Yah ibaratnya saya berada di tim kecil EPC (Engineering Procurement and Construction) gitu tapi bertanggungjawab atas instrument dan listrik. Nah projectnya meliputi apa saja? Banyak. Misal plant improvement, expansion, automation dan masih banyak lagi. Menghandle project dimulai dari study feasibility, budget arrangement, desain, procurement (pengadaan material dan manpower), instalasi (ini tahapan eksekusi) dan commissioning alias trial sampai project dinyatakan oke oleh user. Saya bekerja di dalam tim karena sebuah project membutuhkan berbagai disiplin pengetahuan. Misal ada project untuk menambah mixer untuk membuat sebuah makanan maka tim mekanik bertugas untuk mendesain pipa, tangki, motor berdasarkan spec dari process engineer. Lalu tim instrument dan elektrik (saya dan tim) bertugas menghandle untuk desain dan instalasinya. Misal output dari desain yaitu P&ID, Instrument list, Load list, Single Line Diagram, I/O list Controller dsb. Dari desain kan sudah ada tuh kebutuhan materialnya apa aja. Di tahap pengadaan ini kita beli barang2nya. Kalau jumlahnya besar ya kita adakan tender. Begitu juga untuk manpower yang dibutuhkan untuk instalasi. Semua harus sinkron berdasarkan timeline yang telah dibuat, desain yang disetujui dan juga budget yang telah dianggarkan. Setelah semua sudah siap bisa dieksekusi pekerjaannya sampai beres. Semua pekerjaan harus sinkron antara tim listrik dan instrument, mekanik, sipil, process. Selain belajar mengenai teknik yang kita dalami sendiri, kita juga bisa belajar mengenai proses dan juga bagaimana manufacturing/suppy chain bekerja.

Adakah yang mau bercerita mengenai profesinya? :)

Trip to Bromo

Berhubung lagi gabut di kantor dan bingung mau ngapain akhirnya saya memutuskan untuk menuliskan pengalaman perjalanan ke Bromo kemarin 12-13 Oktober 2013. Cuma berbagi pengalaman saja, semoga bermanfaat :)

Sabtu, 12 Oktober 2013

Sebenarnya gw sendiri memulai perjalanan pada Jumat 11 Oktober 2013. Perjalanan dimulai dari Cikarang – Bandung melalui bus. Dan kemudian dilanjutkan Bandung – Surabaya menggunakan kereta Mutiara Selatan. Nah saya pun tiba dengan selamat di Surabaya jam 06.00 WIB pada 12 Oktober 2013. Perjalanan dilanjutkan dengan mobil sewaan ke malang (untuk menjemput salah seorang teman) dan langsung ke Probolinggo. Yup tidak ada tempat wisata yang kami kunjungi hari ini. Hiburan semata wayang di malam minggu adalah nonton bareng Indonesia vs Korea Selatan U-19. Alhamdulilah Indonesia menang 3-2.

Minggu, 13 Oktober 2013

Berikut ini sedikit itinerary perjalanan kami di hari minggu nya :)

Road to Penanjakan 1 dari Penginapan            : 02.45 – 04.30 WIB

Penanjakan 1 menikmati sunrise                        : 04.30 – 06.00 WIB

Makan Pagi di Penanjakan 1                                 : 06.00 – 06.40 WIB

Perjalanan ke kawah bromo                                 : 06.40 – 07.30 WIB

Tracking ke Kawah Bromo                                     : 07.30 –  09.30 WIB

Menikmati Savana dan padang pasir                : 09.45 –  11.00 WIB

Kembali ke penginapan dan makan siang       : 11.00 – 12.00 WIB

Kembali ke Surabaya                                               : 13.00 – 16.00 WIB

 

Total Biaya Surabaya/Malang – Bromo 2 Hari 1 Malam  : Rp 500 Ribu

 

DSC_0004_22

DSC_0011_6

DSC_0005_24

Berburu sunrise di penanjakan 1 yang sudah ramai dikerubuti wisatawan

DSC_0002_49

DSC_0002_46

DSC_0005_30

Berburu foto Gunung Bromo

DSC_0006_30

DSC_0005_39

DSC_0011_15

DSC_0002_61

savana

DSC_0003_50

Padang Pasir

5 Hal Untuk Mengoptimalkan Masa Kuliah

Waktu berlalu begitu cepat. Tak terasa sudah hampir 1,5 tahun saya menanggalkan status mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Entah kena rangsangan apa, tiba-tiba pikiran saya menerobos ke masa lalu. Yap, 6 tahun yang lalu di tahun 2007. Teringat zaman dahulu ketika belajar keras untuk masuk kampus idaman, teringat naik kereta dari Surabaya ke Bandung demi mengikuti tes seleksi di kampus ganesha, dan saya teringat pula ketika harus antri naudzubillah panjangnya demi daftar ulang pendaftaran kampus di Sabuga.

Image

Ketika itu masih lekat dalam ingatan saya bertemu salah satu dosen senior disana. Dosen informatika di STEI. Ketika saya menyerahkan berkas dokumen pendaftaran, beliau diam sejenak dan memandang saya dan berkata :

“Selamat ya masuk STEI. Kamu mau masuk jurusan apa kedepannya?”

“Informatika, Pak”, jawab saya dengan yakin.

“Kenapa kamu mau masuk informatika? Emang apa cita-cita kamu?”

Saya diam sesaat merenungi pertanyaan yang terlihat sederhana namun dalam tersebut.

“Saya dari kecil suka main game, Pak. Suatu saat saya akan buat game karya anak negeri yang mendunia!”.

“Okey kalau begitu Bapak tunggu ya kamu di Jurusan Informatika”, ujar beliau dengan mantap.

Dan sekarang inilah saya lulusan teknik elektro dengan nilai algoritma struktur data C (alhamdulilah lolos karena terbantu tugas kelompok dimana saya gabut) dan kemampuan pemrograman pas-pasan.

Tahun pertama saya habiskan di kampus untuk beradaptasi di lingkungan yang baru. Tahun pertama masih rajin belajar kalau mau ujian dan rajin mengerjakan tugas. Tahun kedua merupakan tahun galau untuk menentukan jurusan. Dan inilah saya mengambil spesialisasi arus lemah karena image robot yang terlihat keren (walaupun pada akhirnya saya tidak pernah ikut kontes lomba robot sekalipun). Tahun ketiga merupakan tahun antah berantah, paling berwarna dengan berbagai kegiatan aktualisasi diri. Tahun keempat merupakan tahun saya sedikit kehilangan kendali, telat ngambil tugas akhir dan managemen diri yang buruk. Alhasil saya lulus 4,5 tahun. Di semester terakhir yang hanya mengambil beberapa SKS saja IP saya di semester tersebut masih dua koma. Sungguh menggenaskan  -__-“

Kini saya menghadapi lingkungan yang benar-benar baru. Kehidupan sebenarnya setelah masa kuliah. Kalau menilik kembali ke masa lalu bisa saya katakana bahwa masa-masa kuliah adalah masa yang hebat dan penuh kenangan. Yup, masa itu tidak selamanya, hanya berlangsung 4 tahun ++ dalam umur hidup  kita.

 Ada beberapa hal yang saya syukuri dan saya sesali ketika menilik ke masa lalu. Memang kata orang hikmah baru lahir belakangan. Berikut ini menurut saya saran untuk mengoptimalkan masa ketika kita masih berstatus mahasiswa.

 

1.       Belajar bukan mengejar nilai semata namun pemahaman. Belajarlah sampai paham. Jangan pernah menyontek.

IPK penting, namun berfungsi hanya sebagai gerbang masuk semata jika kita ingin melanjutkan karir di sebuah tempat. Jangan sampai IPK yang kita peroleh tidak mencerminkan kemampuan dan pemahaman kita sebenarnya.  Yap jujur ketika tahun pertama saya masih rajin mengerjakan PR sendiri. Namun seiring berjalannya waktu saya sering mencontek PR. Datang pagi sebelum kuliah untuk ngerjain PR duluan bukanlah hal yang tabu. Baru beli buku referensi dan belajar H-2 sebelum ujian sering saya lakukan. Kalau saya pikir-pikir lagi, hal tersebut saya lakukan karena saya menganggap remeh ilmu tersebut. Ketidaktahuan akan urgensinya dan aplikasinya kelak mengakibatkan saya malas akan memahaminya, mencari tahu lebih dalam. “Ngapain toh ngedalamin kalkulus kalo emang ga pernah di pake”. Seeing is believing. Aplikasi dari keilmuan yang kita pelajari akan terlihat di belakang kelak. Saya baru mengetahui untuk apa ngitung root locus susah-susah, tuning PID, ngapain analisis daya atau gunanya kuliah mesin-mesin elektrik ya di dunia kerja sekarang. Baru keliatan efek saya dulu kebanyakan nyontek ngerjain PR dan belajar kebut semalam.

Image

Percayalah ilmu yang dikasih ga ada yang sia-sia, tergantung planning karir masing-masing kedepan. Kalau misalnya ingin jadi arsitek namun masuk jurusan perminyakan nah kita sendiri yang salah ngapain ngambil jurusan perminyakan kalo emang niatnya pingin jadi arsitek. Melihat berbagai aplikasi keilmuan di dunia nyata dapat menambah motivasi belajar. Intinya masa kuliah emang benar-benar masa membentuk fondasi keilmuan di bidang kita masing-masing. Maksimalkan itu.

 

2.       Dalami ilmu/skill yang disenangi. Aktualisasikan diri guna mencari passion.

Image

Aktualisasikan ilmu/skill yang kita senangi. Ilmu yang kita dapat di perguruan tinggi jangan hanya dipelajari namun kalau bisa diaktulisasikan. Misalkan nih ada anak elektro hobinya buat desain web gitu ya bisa diaplikasikan dengan masuk kepanitiaan jadi divisi publikasi. Masuk klub yang sealiran dengan hobi kita sangat disarankan, misal ybs bisa masuk divkom atau ARC atau apapun itulah. Berkumpul dengan orang-orang satu hobi akan meningkatkan semangat kita untuk terus belajar dan juga sharing ilmu jadi lebih gampang. Kalau ada kesempatan juga ikuti lomba-lomba yang ada, alhamdulilah sekali kalau bisa jadi prestasi. Untuk mencari passion kita tidak bisa dilakukan hanya dengan diam duduk merenung, berpikir. Namun harus “nyemplung” langsung ke area yang kita minati. Kalau belum yakin apakah itu passion kita, coba selami lebih dalam dengan mengaplikasikannya. Feel the beat. Kalau yang passionnya mau jadi pengusaha, mangga belajar buka usaha, yang mau jadi dosen mangga bisa jadi assisten dosen atau asisten praktikum. Yang mau jadi politisi, mangga bisa coba berpolitik di kampus.  Percayalah fondasi yang dibangun sekarang baru terlihat hasilnya di masa depan.

Image

Saya menyesal dulu tidak mendalami skill/keilmuan tertentu lebih dalam diluar ruang kuliah. Nyesal juga tidak pernah ikut lomba-lomba, buat sesuatu atau gabung klub keilmuan manapun yang sehobi.

 

3.       Berteman sebanyak-banyaknya : lintas jurusan, lintas angkatan bahkan mungkin lintas kampus.

 Bertemanlah dengan sebanyak-banyaknya manusia di kampus. Bukan hanya teman seangkatan satu jurusan namun lintas angkatan dan lintas jurusan. Lebih oke lagi bisa lintas kampus. Berteman tidak hanya terbatas sesama mahasiswa namun bisa dengan dosen, karyawan, masyarakat sekitar dan semuanya apa. Kenapa harus berteman sebanyak-banyaknya?

Image

 

Image

Yang paling saya suka berteman dengan banyak orang adalah membuka pikiran dan wawasan. Semakin bervariasi latar belakang, sifat teman-teman kita, semakin dapat membuka mindset berpikir lebih besar lagi. Komunikasi dan tukar pikiran yang terjadi adalah tak ternilai harganya. Yap, dikampus lah kawan-kawan bisa bertemu dengan calon engineer, calon programmer, calon penambang, calon pengacara, calon dokter, calon aktivis lingkungan dsb.

Perluas jaringan, perluas kesempatan. Kita tidak pernah tahu apa yang bakal terjadi di masa depan. Syukur-syukur malah bisa dapat gebetan atau calon istri.

Image

 

 

4.       Aktualisasikan diri dengan bergabung di organisasi mahasiswa, berbagai acara and having fun!

Image

Dengan terlibat dalam organisasi, berkecimpung dalam kepanitiaan akan semakin mengasah kemampuan managemen :  Managemen waktu, managemen konflik, managemen sumber daya baik manusia maupun managemen keuangan. Softskill perlu diasah untuk bekal masa depan. Apalah artinya ide yang brilian kalau tidak bisa dikomunikasikan dan dieksekusi. Nikmati setiap momen dan dinamika yang terjadi, belajar mengatur waktu, konflik dengan sahabat maupun kegilaan lainnya.

Image

Saya jadi ingat ketika di ospek di jurusan, kami semua di kumpulkan di sebuah lapangan rumput dekat laboratorium radar.  Seperti biasa, yang namanya ospek panitianya garang-garang. Malam semakin gelap dan pekat. Kami semua disuruh menutup mata. Keadaaan hening tanpa suara. Ketika membuka mata, kami melihat segerombolan senior dengan kostum yang aneh-aneh. Ada yang pake sarung , ada yang pake peci, topeng dkk. Mereka sedang melucu dan kami tidak boleh tertawa. Tak kalah anehnya setelah itu kami dipisah-pisahkan dan disuruh meniru jargon dan gaya sailormoon, saras 008. Hingga pada akhirnya kami diberi pudding. Kuambil pudding yang banyak karena lumayan lah makanan gratis.

“Makanan ini harus kalian habiskan! Jangan dibuang jangan disisakan!”, teriak senior.

Perasaanku makin ga enak. Apakah saya akan diracun? Ataukah apa?

Akhirnya kumakan dan ternyata didalam pudding isinya BAWANG PUTIH!

Yup, kegilaan maupun kejadian konyol lain yang terjadi. Lantas orang-orang pasti heran,

Image

“Gile ngapain lu mau ikut gitu-gituan, ga ada gunanya kali. Apa coba manfaatnya disuruh jargon saras, sailormoon, lalu dikasih panggilan aneh-aneh? Ngapain juga elu mau makan tu bawang putih? Apa coba manfaat semua hal tersebut??”

Hidup ga datar dan kaku, serba fungsional saja. Hidup butuh warna, butuh persahabatan, butuh kegilaan. Tahukah kamu, setelah malam itu kami bisa tertawa menceritakan kembali peristiwa absurd kala itu. Banyak cerita lucu yang bisa dibagi diantara teman seangkatan. Kami makin akrab. Dan yang lebih penting lagi, sampai sekarang saya masih ingat peristiwa itu. Yup, hal tersebut telah menjadi bagian dari memori saya yang terus melekat, sampai sekarang dan seterusnya. Ibarat pepatah mengatakan bahwa memori terbaik lahir dari ide-ide gila. Nikmati setiap aktivitas yang ada. Kembangkan diri melalui organisasi. Karena 30 tahun lagi yang kalian ingat ketika kuliah bukanlah nilai ujian yang pernah dapat AB atau apa, namun kegilaan-kegilaan yang pernah terjadi. NB : belajar dan raihlah nilai bagus juga.

 

5.       Interaksi dengan Masyarakat dan Berpengabdian

Image

 Perasaan peka, kebahagiaan diri dapat ditingkatkan dengan menolong orang lain. Gunakan masa mahasiswamu untuk bisa memberikan kontribusi secara langsung kepada orang-orang sekitar. Banyak media, banyak cara. Bisa dengan membantu di bidang pendidikan melalui pengajaran, memberikan bantuan tenaga, jasa, maupun material kepada yang membutuhkan. Tingkatkan idealism dan bawa energy itu keluar diri, entah dibidang apapun : lingkungan, pendidikan, politik dsb.

 

Liburan di Pulau Harapan (dan sekitarnya)

Berawal dari obrolan iseng yang terkesan ga kongkret akhirnya kami berhasil mengunjungi Pulau Harapan dengan selamat. Pada awalnya Pulau Harapan bukan merupakan tujuan utama, rencananya sih mau ke Pulau Tidung. Oh ya Pulau Harapan sendiri merupakan salah satu gugusan pulau di kepualau Seribu. Ya ke utara sekitar 60 km an dari muara angke kali ya. Seiring banyaknya suara yang mengatakan bahwa pulau tidung sudah rame lah, spot snorklingnya ga bagus2 amat lah alias ada yang lebih bagus, dsb. So kami memutuskan pergi ke Pulau Harapan. Dan inilah kisah segenap pemuda-pemudi Indonesia (++ Perancis) menggapai harapan di Pulau Harapan.

Day -1

Sabtu, 03.00 – 08.00 WIB

Kami berangkat dari Cikarang, jababeka ke muara angke dengan mobil sewaan. Yup 10 orang ditampung oleh 1 mobil avanza dan 1 innova. Dari awal diumumkan bakal berangkat dari Cikarang jam03.00 pagi gelombang protes bermunculan,”Gile lu apa ga kurang pagi?”,”Ngantuk coi jam segitu”,. Jujur sebenarnya saya ga optimis2 amat ni kawan2 bakal datang on time jam 03.00 WIB. Realitanya? Yup temen2 yang di Cikarang sudah berkumpul jam 03.05 WIB. Apalagi dua orang bulewati yang sudah kumpul jam 03.00 WIB kurang lohh. Salut buat semua! (*NB : tetep ontime walaupun ada yang kudu dimiscall 20x dulu biar bangun). Kami bersepuluh akhirnya tiba di pom bensin muara angke jam04.30 WIB. Fasilitas di pom bensin angke cukup lengkap. Ada ATM, toko swalayan, mushola dan WC tentunya. Sesampai disana saya segera menghubungi Pak Kamud selaku contact person urusan perkapalan. Kami berjalan kaki dari pom bensin menuju tempat kapal bersandar. Sekitar jam 05.15 WIB kami masuk ke kapal dolphin. Belum ada penumpang lain. Kami mencari tempat lesehan yang paling pewe.Sepagi apapun kalian datang, kapal baru berangkat setelah penuh penumpang (kayaknya total penumpang sekitar 300 orang). Okee dan akhirnya jam 07.45 WIB kapal terisi penuh dan kami pun berangkat!

CAM00342Penjaringan-20130615-01002

Tips :

- Datanglah sampai angke sepagi mungkin antara 05.00-06.00 WIB agar kita dapat posisi lesehan yang enak

- Bawalah uang cash secukupnya (gw sendiri bawa Rp 500.000 dulu) karena pulau harapan ga ada mesin ATM

- Kalau punya track record suka mabok perjalanan jangan lupa bawa antimo. Trust me it’s works!

Sabtu, 08.00-11.15 WIB

Perjalanan di kapal sungguh memabokkan, sumpek sesak. Kalo dari angke, jarak ke pulau Harapan tu sekitar 60 Km atau dengan kecepatan kapal 18-20 km/jam ya bakal makan waktu sekitar 3 jam lah. Kapal dolphin sendiri akan singgah ke Pulau Pramuka dahulu (sekitar 2 jam dari angke) baru kemudian ke pulau Harapan. Oh ya karena yang ngatur perjalanan Pak Kamud, bayar kapalnya bisa ntar aja pas sampe di Pulau Harapan (EO nya yang bayarin). Orang muntah merupakan pemandangan yang biasa. Tips : – Pilihlah lokasi lesehan yang dekat sumber angin sehingga lebih anti mabok.

Penjaringan-20130615-01020

Sabtu, 11.15 – 13.00 WIB

Sesampainya di Pulau Harapan kami segera menemui Pak Wawi selaku tourguide kami. Pak Wawi pun mengantarkan kami menuju tempat penginapan yaitu rumah penduduk gitu deh tapi penduduknya ga tinggal di sana. Satu rumah terdiri dari 3 kamar tidur 1 WC dan 1 AC. Pak Wawi dan tim pun sudah menyiapkan makan siang lengkap di rumah tersebut. Kami pun makan dan beristirahat sampai jam 13.00 bersiap untuk snorkeling.

 

IMG-20130615-01034P1030677

IMG-20130615-WA0004

Fasilitas Rumah :

- 3 kamar tidur (1 AC saja)

- 1 TV

- Air mineral gallon dan dispenser

- 1 Kamar mandi (airnya air payau deh agak asin gitu)

Sabtu, 13.00 – 15.30 WIB

Oke, kami pun bergegas menuju dermaga pulau harapan agar dapat diantarkan ke tempat snorkeling. Yap, untuk snorkeling nya sendiri tempatnya bukan di pulau harapan melainkan di sekitar pulau lainnya. Perjalanan ke spot snorkeling sekitar 20 menit dengan perahu kecil. Ga usah bawa aneh2 kok, perlengkapan snorkeling : google, selang buat napas, sepatu katak, safety vest sudah disediakan EO nya. Jadi cukup bawa badan, baju renang. Ada baiknya barang2 berharga dibawa aja daripada di tinggal di rumah tanpa berpenghuni.

CAM00405CAM00383

Sabtu, 15.30 – 18.30 WIB

Setelah puas bersnorkeling, kami mengunjungi salah satu pulau (entah apa namanya) untuk menikmati sunset. Yeay! Sumpah indah banget pantainya! Jernih pula airnya dan banyak ikannya. It was so much fun!

CAM00440CAM00426

CAM00445

Sabtu, 18.30 – 21.00 WIB

Well, sesampai di pulau harapan ternyata mati lampu gan! Oke sip saya pun mencari toko terdekat dan beruntunglah ga kehabisan. As usual, pak wawi sudah menyiapkan makan malam di rumah kami tinggal. Saatnya mandi dan beristirahat sejenak. Teler cui. Jujur saya sih ga mandi.

Sabtu, 21.00 – 23.00 WIB

Saatnya bakar2! Apa yang dibakar?? Tentunya ikan kakap, cumi dkk. Lagi2 pak wawi dkk yang telah menyiapkan bakar2an ikan di taman dekat dermaga pulau harapan. Disana kami dapat bertemu kelompok lain juga yang bakar2an. Yummy :9

IMG-20130616-WA0024

Minggu, 07.30 – 10.30 WIB

Sunday morning! Saatnya keliling pulau di sekitar pulau harapan! Yeay! Target hari ini adalah pulau genting, pulau bulat dan pulau yang ada peternakan penyunya. Perjalanan dimulai ke pulau peternakan penyu. Di sebuah rumah kayak kades gitu peternakan penyu berada. Setelah menikmati penyu perjalanan selanjutnya adalah ke pulau genting dan bulat. Nikmati keindahan pantai2 pulau tersebut! Sumpah airnya jernih dan bagus! But no snorkeling today :)

CAM00496CAM00475P1030811

Minggu, 10.30 – 13.00 WIB

Oke, setelah menikmati keindahan pulau2 sekitar harapan kami kembali ke penginapan, packing dan bersiap2 pulang. Oh ya kapal dari pulau harapan ke angke biasanya berangkat jam 13.00 WIB namun untuk mendapatkan tempat duduk yang pewe baiknya sudah di kapal jam 12.30 WIB. Ada 2 kapal dari pulau harapan ke angke. Ada kapal dolphin dan harapan express. Kalo kapal dolphin bakal mampir ke pulau pramuka dulu, kalau harapan express langsung ke pulau harapan. Kayak gini nih penampakannya kalo naik dolphin or harapan express.

IMG-20130616-WA0027

Tips :

- Perhatikan kamu berangkat naik kapal apa. Biasanya pulang ke angkenya harus sama kapalnya kayak berangkat. Misal berangkat kapal dolphin, pulang juga kapal dolphin.

- Enak duduk di bagian atas, semilir angin buat ga mabok dan seger

Minggu, 13.00 – 15.45 WIB

Wew cukup cepat ternyata kapal ini saudara. Belum jam 16.00 pun sudah sampe angke. Oh ya bagi yang bingung pulangnya gimana, jangan panik. Kamu jalan aja kembali ke pom bensin muara angke. Disana banyak taksi nongkrong kok hehe. Ada juga odong2 yang mau nganterin kamu ke jalan raya.

Tips and Guideline :

Estimasi Biaya per orang :

1. Paket 2 hari 1 malam (termasuk kapal)           Rp 320.000 (per orang jika ada 10 orang yang ikut)

2. Berangkat dari Cikarang ke Angke                    Rp   60.000 (Rp. 280.000 per mobil-Avanza, Innova)

3. Balik dari Angke ke Cikarang                               Rp   50.000 (1 taksi seharga Rp. 200.000)

4. Uang Jajan                                                                  Rp   30.000 (buat beli cemilan or softdrink aja)

 

Fasilitas Paket Liburan :

1. Pulang pergi kapal dari angke-harapan

2. Makan 3 kali + 1 kali cemilan gorengan

3. Bakar2an ikan dan cumi2

4. Rumah Penginapan untuk 10 orang

5. Peralatan Snorkeling lengkap

6. Segala transportasi kapal ke pulau2 sekitar harapan

 

Barang yang dibawa :

1. Baju dan celana ganti

2. Pakaian Renang

3. Cemilan dan air minum selama perjalanan

4. Uang Cash

5. Obat-obatan pribadi

6. Peralatan mandi

 

Contact Person :

1. Pak Wawi (EO, penduduk asli sana) 081808418677

2. Pak Tumpal (sewa avanza dan innova) 085216950488

Kesimpulan :

Pulau Harapan dan sekitarnya sangat recommended untuk dikunjungi! Banyak pulau2 keren dan pantai yang oke punya yang bisa dinikmati. Jika dibandingkan dengan pulau Tidung, Infrastruktur misal penginapan di pulau Harapan lebih minim. Namun jika pingin cari keindahan pantai, snorkeling dan keliling pulau-pulau, pulau Harapan sangat recommended. Sebenarnya tempat wisatanya bukan di Pulau Harapan namun pulau sekitarnya. Pulau Harapan cuman tempat singgah aja.

Angklung Saung Udjo

Seperti biasa ketika weekend menjelang (dengan catatan sabtu dan minggu libur), saya ‘sibuk’ menyiapkan berbagai rencana untuk refreshing. Yup, destinasi yang saya tuju biasanya adalah Bandung. Siapa sih yang ga suka ke Bandung, udaranya sejuk, banyak pilihan kuliner, suasana romantis (tidak berlaku bagi jomblo), banyak sahabat tinggal disana plus bisa cuci mata (you know what I mean).

Okey, singkatnya saya pernah hidup di Bandung selama hampir 5 tahun. Dan kebetulan di hari minggu kemarin saya memiliki ‘side job’ menjadi tour guide bagi bule (orangnya sih WNI alias warga Negara italia). Well, awalnya saya cukup bingung mau diajak keliling mana aja nih bule? Wisata alam seperti kawah putih, tangkuban perahu, ciater dsb? Jauh juga tuh dari pusat kota Bandung, bakal macet kayaknya. Teringat bahwa Bandung sering disebut Paris Van Java alias kota fashion, saya mengajak si bule keliling Dago. Yeah, there are so many factoy outlets there and also Kartika Sari. Di luar dugaan saya si bule ga tertarik fashion ternyata. Bener juga sih, apalah artinya fashion di Bandung dibandingkan fashion di Milan -___-“a

Tak patah arang akhirnya saya memutuskan pergi ke Saung Udjo.

Well Rafa, you will be something special there about Indonesian culture, our music instrumentation made from bamboo. We call it  ‘Angklung’.

Saung Udjo terletak di Jalan Padasuka no. 118. Tempatnya tidak jauh dari Dago dan mudah ditemukan. Sejujurnya saya belum pernah ke Saung Udjo sebelumnya. Saya tidak tahu bagaimana rupanya dan apa saja yang ada di dalamnya. So that was my first time.

Setelah sampai di Saung Udjo saya turun dari mobil dan bertanya kepada security di sana apa saja hiburan yang disuguhkan disini. Yap, di Saung Udjo kita dapat menikmati pertunjukan angklung pada waktu tertentu. Selain itu ada pula toko souvenir dan juga workshop  tempat pembuatan angklung. Saya beruntung saat itu kami masih dapat menikmati pertunjukan angklung. Oh ya untuk HTM nya waktu itu saya dan bule, berdua, totalnya Rp 160.000. Saya mendapat air minum, brosur dan juga angklung untuk dimainkan bersama saat pertunjukan. Jadi begini, setiap penonton memegang angklung dengan nada yang berbeda-beda. Di stage ada seorang ‘dirigent’ memberikan symbol ke penonton angklung dengan nada mana saja yang dimainkan.

Cibeunying Kidul-20130428-00772

Kita hanya butuh konsentrasi dan menggetarkan angklung sesuai instruksi dari dirigent. Ketika kami masuk saat itu sedang berlangsung pertunjukaan bermain angklung secara massal. Yap penonton disana cukup ramai, ada segerombolan bule dari china atau entah Taiwan kali ya, ada juga rombongan mahasiswa-mahasiswi dari Unpad (gagal kenalan T-T) maupun keluarga-keluarga kecil lainnya. Saya dapat melihat ternyata si bule sangat antusias dengan budaya Indonesia terutama angklung. Dia  terus memegang video recordernya dan terus merekam setiap moment yang langka tersebut. Wew malu juga saya sudah hampir 5 tahun, WNI asli pula tapi belum pernah main ke sini sebelumnya.

Pertunjukannya oke, sangat terasa banget kearifan budaya lokalnya. Setelah pertunjukan kami pergi melihat workshop angklung. Oh ya di dekat workshopnya ada taman yang indah loh. Arsitekturnya terasa indo banget lah, banyak saung-saung dari bamboo. It was beautiful, tapi sayang saya ga ngambil gambarnya :’(

Setelah melihat workshop kami berbelanja souvenir di Saung Udjo. Jujur saja souvenirnya oke-oke, ga mahal banget dan bener-bener mencerminkan budaya indo lah. Entah saya lihat si bule membeli batik, suling bamboo, dan pernak pernik lainnya. Saya tidak membeli apa-apa karena sedang krisis keuangan -_-“

Cibeunying Kidul-20130428-00778

Selepas dari Saung Udjo, si Bule cerita bahwa dia sangat tertarik dengan budaya Indo dan bertanya dimana lagi dia dapat menjumpai hal-hal seperti di Saung Udjo.

“Hmmm.. dimana ya kalo di bandung?”, saya berpikir keras

“kayaknya orang-orang kalo datang ke bandung emang tujuannya buat fashion deh, facory outlet tumbuh dengan pesat dimana-mana. Kalo yang kental budayanya kayaknya di kota Yogya atau Bali deh pasti oke banget”, tutur saya kepada si Bule.

Gilak di tengah zaman modern yang mash berkembang masih ada ya generasi muda yang melestarikan budaya asli Indonesia. Saya membayangkan gimana kalo ga ada Saung Udjo di Bandung, mungkin angklung cuma jadi cerita di ensiklopedia yang lambat laun akan hilang ketenarannya. Factory outlets ada ratusan di bandung, namun sanggar angklung taunya saya cuma 1 itu doang. Gimana ya kalo ga ada anak negeri yang mau melestarikan budaya Indonesia? Karena budaya kita bener-bener bisa menjadi daya tarik utama pariwisata di Indonesia bagi pelancong asing.  

Malu juga sih, jujur saja saya selama ini bukan penikmat seni indonesia sejati, ya sama seperti anak muda pada umumnya. Yap, dengan kunjungan ke Saung Udjo ini saya lebih bisa menghargai budaya asli Indonesia.

 

Menjadi “Karyawan” ?

Well, rasanya sudah banyak tulisan tentang semangat berwirausaha. Adapun kalau kita pergi ke toko buku nampaknya terasa sangat mudah menemukan buku-buku motivasi tentang entrepreneurship. That’s right, entrepreneurship merupakan suatu usaha untuk mandiri even creating jobs and opportunities for others. Sungguh sangat mulia dan berguna untuk kemajuan bangsa ini.

civil-engineer2

Bagaimana dengan menjadi pekerja alias buruh alias karyawan di suatu perusahaan? Belum pernah saya mendapati artikel atau buku motivasi menjadi pekerja. So, it is exciting to write this topic on my blog. Apa saja opportunities menjadi karyawan?

1. Chance to Learn

Menjadi bagian dari suatu karyawan berarti membuka kesempatan kita untuk belajar lebih dalam mengenai seluk beluk perusahaan di mana kita berada. Kita akan tahu banyak hal tidak hanya bidang yang kita geluti di sana namun juga bidang-bidang lainnya : financial, supply chain, production, engineering, etc. Yeah, you will know how big company works. Hal yang paling berharga berada di perusahaan besar adalah kesempatan untuk belajar banyak hal : sistem-sistem yang mapan, modern, realible. Dan kesempatan belajar tersebut akan sulit kita dapati jika kita bukan bagian dari suatu sistem. Kita mendapatkan tutor, materi untuk belajar dan juga praktek dilapangan secara gratis, bung! Jika kita ingin mengetahui lebih detail bagaimana sistem telekomunikasi di Indonesia, jadilah bagian darinya. Yap kita dibayar untuk menjadi pintar dan belajar banyak hal.

2. Establish your Networking

Menjadi pekerja juga berarti kesempatan untuk mengembangkan jaringan profesional. Kita akan mengenal banyak orang dan juga perusahaan-perusahaan yang menjadi berkaitan dengan core business perusahaan tempat kita berada. Misalnya jika kita bekerja di pabrik, tentu kita berpeluang untuk mengenal berbagai supplier peralatan, mesin maupun engineer. Kita juga berpeluang mengenai supplier raw material, engineering consultant dsb. Dan tentunya jaringan tersebut menjadi potensi di masa depan. Katakanlah saya bekerja misalnya di pabrik permen karet sekarang. Jika saya suatu saat nanti ingin mendirikan pabrik permen karet, tentu modal jaringan yang saya punyai sekarang akan bermanfaat. Menambah jaringan berarti menambah kesempatan. Dan kesempatan untuk mendapatkan jaringan tersebut tentunya akan sulit kita raih jika kita bukan bagian dari perusahaan tersebut.

3. Passion and being Specialist

Yap, menjadi karyawan dari suatu perusahaan atau institusi bisa jadi karena memang panggilan hati. Setiap orang memiliki passion yang berbeda-beda. Ada yang passionate menciptakan lapangan pekerjaan baru, ada yang bergairah melakukan research and development menciptakan inovasi baru, ada yang senang berhubungan dengan engineering tapi tidak suka bidang marketing and sales. Setiap orang unik, memiliki kesenangannya masing-masing. Dengan berada pada suatu institusi, membuka kesempatan kita untuk menjadi profesional atau spesialis dibidangnya masing-masing.

4. Financial

Benefit tambahannya adalah penghasilan tetap per bulan dan asuransi kesehatan.

So, apapun jalan yang kita tempuh sekarang as long as it’s useful for others, be proud of it. Setiap jalan yang kita ambil terasa berharga jika memiliki makna, tidak hanya untuk menyambung hidup but beyond it there is a great purpose.

Arus Bocor ?

Pernahkah anda kesetrum gara-gara pegang body peralatan elektronik? Dulu saya pernah kesetrum pas megang body komputer di rumah. Hingga ayah saya akhirnya menyambungkan sebuah konduktor dari body komputer ke ground instalasi listrik di rumah. Yap, grounding merupakan salah satu sistem pengaman untuk mengatasi arus yang bocor, bisa ke body peralatan misalnya. Penambahan koneksi ground akan membuang muatan ke bumi. Arus memilih mengalir melalui penghantar dengan resistansi kecil. Jadi kalau ada dua jalur, arus memilih mengalir lebih besar ke jalur dengan resistansi rendah. 

Pertanyaannya, apakah sistem grounding saja sudah cukup untuk mengatasi arus bocor? Apa itu arus bocor? Ya gambarannya sama misal kita ngalirin air melalui pipa, tapi ada bagian pipa yang berlubang sehingga air bisa muncrat di sisi pipa yang berlubang. Debit air yang sampai pada tujuan pun akan berkurang. Sama analoginya, pipa bagaikan konduktor, arus bagaikan air. Arus dikatakan bocor jika arus mengalir diluar konduktor (kabel misalnya). Bisa saja ada isolasi kabel yang terkelupas sehingga menempel pada body atau benda lainnya. Arus pun akan mengalir. Dengan adanya grounding maka arus tersebut yang berpotensi mengancam manusia dapat dibuang ke bumi. Bagaimana jika sistem grounding jelek? Dalam artian disini resistansinya besar, sehingga ancaman arus bocor tetap dapat mengancam. Koneksi yang jelek maupun isolasi penghantar yang buruk merupakan penyebab2 arus bocor.

Bagaimana bahaya arus? Arus baru berbahaya kalo besarnya berapa sih?

 

 Dapat dilihat pada tabel diatas, arus di 30 mA saja sudah berbahaya bagi manusia karena dapat menyebabkan kita sulit bernapas. Lantas adakah sistem pengaman (tambahan) untuk arus bocor ? Jawabnya ada.

Pengaman arus bocor sering disebut dengan ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker) atau ada yang menyebutnya juga dengan RCD (Residual Current Device). Apa itu ELCB? Apa itu RCD? akan dijelaskan nanti pada part selanjutnya :)