Masyarakat Indonesia sudah Cerdas?

kaum

Sekarang lagi rame pemilu. Banyak dinamika dan isu yang berkembang, mulai dari black campaign, penggiringan opini publik untuk satu putaran, fitnah yang berkaitan dengan agama, dan lain sebagainya. Namun ada yang tetap tenang saja dengan dalih menganggap bahwa masyarakat kita sekarang sudah cerdas. Banyak yang menganggap bahwa pemilih sekarang sudah mulai cerdas dengan tidak tergiur oleh money politic dan aksi busuk lainnya. Apa bener sih masyarakat kita sudah cerdas?

Kalo misalnya kita amati dari pagi sampe paginya lagi acara TV dapat kita lihat bahwa kebanyakan acara didominasi oleh tayangan sinetron, reality show, gossip. Setidaknya 3 macam tayangan itulah yang merajai dunia pertelevisian kita. Sebenarnya reality show mulai booming setelah tayangan Termehek-mehek berhasil memikat hati penonton khususnya anak2 muda. Kalo diliat2 si sebenarnya tu bukan reality show tapi reality drama show kali ya namanya..he..he..

Ketika sinetron yang notabene menawarkan alur cerita roman picisan telah membuat sinetron mulai sedikit bosan maka ditawarkanlah suatu bentuk lain yang namanya reality show (dicampur drama juga sih sebenarnya). Kalo dari kontennya sih hampir sama, tentang romantika remaja dan nyari orang ilang.Sebenarnya tayangan2 tersebut gencar beredar tu karena tuntutan rating juga. Dengan rating yang tinggi maka pendapatan melalui iklan komersial pun semakin tinggi. Lah terus siapa sih yang nonton sehingga nyebabin ratingnya naik? ya masyarakat Indonesia lah.. Peran masyarakat (pemirsa TV) penting disini. Kalo emang selera masyarakat seneng dengan hal2 klise seperti sinetron, reality show yang isinya gak penting maka program2 tersebut pun bakal terus survive. Kalo masyarakat sudah cerdas seharusnya bisa mem-filter tayangan mana yang mendidik atau tidak.Lantas apakah masyarakat Indonesia sekarang sudah cukup cerdas untuk memilih pemimpinnya di masa datang?

Sekarang lagi rame pemilu. Banyak dinamika dan isu yang berkembang, mulai dari black

campaign, penggiringan opini publik untuk satu putaran, fitnah yang berkaitan dengan

agama, dan lain sebagainya. Namun ada yang tetap tenang saja dengan dalih menganggap

bahwa masyarakat kita sekarang sudah cerdas. Banyak yang menganggap bahwa pemilih

sekarang sudah mulai cerdas dengan tidak tergiur oleh money politic dan aksi busuk

lainnya. Apa bener sih masyarakat kita sudah cerdas?

Kalo misalnya kita amati dari pagi sampe paginya lagi acara TV dapat kita lihat

bahwa kebanyakan acara didominasi oleh tayangan sinetron, reality show, gossip.

Setidaknya 3 macam tayangan itulah yang merajai dunia pertelevisian kita. Sebenarnya

reality show mulai booming setelah tayangan Termehek-mehek berhasil memikat hati

penonton khususnya anak2 muda. Kalo diliat2 si sebenarnya tu bukan reality show tapi

reality drama show kali ya namanya..he..he..

Ketika sinetron yang notabene menawarkan alur cerita roman picisan telah membuat

sinetron mulai sedikit bosan maka ditawarkanlah suatu bentuk lain yang namanya

reality show (dicampur drama juga sih sebenarnya). Kalo dari kontennya sih hampir

sama, tentang romantika remaja dan nyari orang ilang. Sebenarnya tayangan2 tersebut

gencar beredar tu karena tuntutan rating juga. Dengan rating yang tinggi maka

pendapatan melalui iklan komersial pun semakin tinggi. Lah terus siapa sih yang

nonton sehingga nyebabin ratingnya naik? ya masyarakat Indonesia lah.. Peran

masyarakat (pemirsa TV) penting disini. Kalo emang selera masyarakat seneng dengan

hal2 klise seperti sinetron, reality show yang isinya gak penting maka program2

tersebut pun bakal terus survive. Kalo masyarakat sudah cerdas seharusnya bisa

mem-filter tayangan mana yang mendidik atau tidak.

Lantas apakah masyarakat Indonesia sekarang sudah cukup cerdas untuk memilih

pemimpinnya di masa datang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s