Mahasiswa dan Tantangan Indonesia Kedepan

Rakyat_Indonesia

Pembacaan teks proklamasi oleh Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945 membuka lembaran baru kisah perjalanan bangsa ini. Dimulailah suatu fase mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertumpahan darah terjadi, pertempuran di Yogyakarta dan Surabaya merupakan contoh kecilnya. Sekarang sudah 64 tahun Indonesia merdeka. Kemandirian merupakan suatu cita-cita mulia yang diharapkan. Namun untuk meraih hal tersebut banyak tantangan datang menghadang bangsa Indonesia.

Di usia yang ke 64 tahun ini,  aksesibilitas pendidikan di Indonesia semakin sulit dijangkau oleh masyarakat ekonomi menengah kebawah. Pendidikan cenderung dipandang sebagai komoditas dagang yang berimplikasi pada terkikisnya fungsi sosial pendidikan dan fungsi lembaga pendidikan sebagai nation building agent yang utama. Fenomena ini berbahaya bagi masa depan penegakan nilai-nilai idealisme pendidikan itu sendiri. Seterusnya akan berdampak negatif dengan spektrum sangat luas di masyarakat.

Ancaman bahaya laten terorisme, komunisme dan fundamentalisme merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Disamping itu yang patut diwaspadai adalah pengelompokan suku bangsa di Indonesia yang kini semakin kuat. Ketika bangsa ini kembali dicoba oleh pengaruh asing untuk dikotak kotakan tidak saja oleh konflik vertikal tetapi juga oleh pandangan terhadap ke Tuhanan Yang Maha Esa.

Anggaran militer Indonesia selalu jauh dari yang diharapkan Departemen Pertahanan. Misalnya, untuk 2007 Indonesia idealnya memiliki dana pertahanan senilai Rp 150 miliar atau naik 540 persen dari anggaran sebelumnya. Tapi kalau ini dipenuhi berarti dana APBN 2007 yang tersedot militer mencapai 86,6 persennya. Padahal, untuk mencapai pertahanan dan postur TNI yang ideal minimal Indonesia harus mendekati anggaran pertahanan yang dimiliki Singapore Armed Forces (SAF). Hal itu berimbas pada berbagai hal, seperti kualitas dan kuantitas alutsista yang dibawah standar, kesejahteraan TNI yang masih memprihatinkan yang mengakibatkan kedaulatan kita mulai digerogoti bangsa asing.

—————————————————————————————————

Itulah ilustrasi singkat tantangan yang dihadapi Indonesia sekarang dibeberapa aspek saja. Yang konon katanya negeri kita aman dan makmur dengan varietas sumber daya alam yang begitu berwarna warni, kini hidup bergelut dengan berbagai tantangannya. Ini adalah realitas. Ini bukan roman picisan yang selalu menggambarkan sesuatunya dengan sempurna. Ini bukan sinetron yang dapat membuat kita merasa bahwa Indonesia sekarang baik-baik saja. Indonesia sedang bergelut dengan tantangan dan problematika yang datang silih berganti. Begitu banyak, begitu kompleks di berbagai aspek kehidupan. Lantas apa yang bisa kita lakukan sebagai seorang mahasiswa yang seharusnya menjadi bagian dari solusi permasalahan bangsa?

Kita dilenakan dengan berbagai hal yang ada di media. Film di  televisi yang sebagian besar mengumbar kisah percintaan semu, life style yang glamor dan hal-hal yang dianggap ’gaul’, tayangan gosip yang menceritakan sesuatu yang sebenarnya tidak penting namun dapat mengalahkan keinginan kita untuk mengetahui kondisi bangsa yang sebenarnya. Kemapanan secara finansial membuat kita buta akan realitas dan jauh dari permasalahan yang menghadang rakyat Indonesia. Kita terlalu banyak terlena dengan semua ilusi yang ada sehingga hanya membuat kita berpikir kerdil. Berpikir untuk kelangsungan hidup diri sendiri, berpikir akan kesenangan pribadi yang akan didapat, oportunis, dsb.

Itulah tantangan terbesar kita kawan, tantangan yang dihadapi pemuda Indonesia. Mahasiswa yang seharusnya memiliki semangat kepemudaan yang tinggi, energik, haus akan perubahan dibuat mlempem. Kini mahasiswa bagaikan singa yang sedang tertidur. Akan sulit terjadi suatu perubahan ketika ujung tombak dari perubahan itu sendiri dibuat tumpul, tidak dapat mengoyak kondisi yang terjadi.

Ketika kita ingin mahasiswa dapat memainkan perannya untuk mengatasi tantangan Indonesia kedepan yang begitu kompleks maka kita semua harus bangun.

Pertama, bangunkan kesadaran kita sebagai mahasiswa, suatu entitas yang memiliki potensi serta tanggungjawab yang besar pula. Suatu tambahan kata ”Maha” pada kata ”siswa” merupakan suatu wujud pengakuan terhadap kelebihan yang dimiliki mahasiswa.

Kedua, adalah kepedulian. Tidak dapat dipungkiri bahwa kurangnya kepedulian mahasiswa atas permasalahan yang dihadapi bangsa bukan hanya masalah yang melanda di kampus kita tercinta saja namun telah menjadi fenomena global mahasiswa di Indonesia. Dapat dilihat bahwa minoritas dari mahasiswa yang masih mau peduli dan bergerak untuk bangsanya.Kembangkan kepedulian bahwa kita adalah bagian dari masyarakat, bagian dari individu yang harus menjadi solusi dari permasalahan yang melanda bangsa Indonesia. Lebih dekat dengan masyarakat atau dikenal dengan kata ’merakyat’ dapat membantu kita mengetahui apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh rakyat selama ini. Intinya empati, sadar bahwa kita bagian dari bangsa ini, bagian dari tangis dan tawa.

Ketiga, kembangkan kapasitas diri. Sebagai manusia pembelajar sudah sepatutnya kita terus mengembangkan diri guna menghadapi tantangan zaman. Kapasitas diri yang harus kita kembangkan meliputi character building, morality, softskill dan hardskill.

Bukan zamannya lagi kita menjadi mahasiswa yang parsial yang kurang mengeksplor keilmuannya. Kita adalah mahasiswa dengan keilmuan masing-masing. Potensi yang besar terhadap keiblmuan yang kita tekuni sudah seharusnya tidak disia-siakan karena dapat menjadi suatu senjata untuk menjadi solusi bagi permasalahan bangsa.

Terakhir yang terpenting adalah bergerak. Tidak cukup mahasiswa hanya sadar dan peduli, tidak cukup mahasiswa hanya mengembangkan kapasitas dirinya saja.

Bergerak, merupakan suatu pengejawantahan dari potensi yang kita miliki untuk menjadi solusi bagi bangsanya. Mahasiswa mempunyai potensi yang besar. Potensi tersebut tidak akan ada gunanya jika tidak bisa memberi cahaya terang bagi sekelilingnya. Mahasiswa disegani dengan aksi turun kejalanan melawan kebijakan pemerintah yang dirasa menindas. Gaung suara mahasiswa dapat membuat bulu kuduk kaum elitis berdiri. Hingga pada puncaknya gerakan mahasiswa pada tahun 1998 berhasil menggulingkan pemerintahan rezim orde baru. Demokrasi yang diidam-idamkan mulai tercapai. Rakyat mempunyai hak untuk memilih wakil rakyatnya. Setelah zaman itu gaung emas yang dimiliki mahasiswa mulai pudar. Era telah berganti. Bukan saatnya lagi mahasiswa hanya bergerak dalam ranah politik saja. Saatnya kita berpikir positif melihar potensi yang negeri kita punya. Sumber daya manusia Indonesia yang begitu melimpah, letak Indonesia yang strategi dan terdiri dari kepulauan dengan garis pantai yang panjang, kebudayaan kita yang begitu beragam, dan masih banyak lagi potensi yang dapat dieksplor.  Dengan kolaborasi berbagai latar belakang keilmuan yang mahasiswa miliki kita dapat memanfaatkan potensi tersebut untuk menjadi solusi atas tantangan yang ada. Keilmuan yang kita miliki sudah sepatutnya dapat dimanfaatkan untuk menjadi senjata mahasiswa. Namun sayang sekali frame tentang gerakan mahasiswa sekarang masih terkungkung dalam ranah politik saja. Gerakan ataupun aliansi mahasiswa identik dengan penyikapan peraturan publik dan kebijakan pemerintah saja. Integritas mahasiswa dimata masyarakat menurun dianggap hanya bisa berkoar tanpa memberikan efek nyata. Saatnya kita membuat suatu paradigma baru, the new movement of students. Belajar di laboratorium, berorganisasi, melakukan community development sebenarnya merupakan suatu gerakan mahasiswa ketika dilakukan menuju suatu titik yang sama.

Jadi intinya, mahasiswa merupakan solusi dan agen perubahan bangsanya. Ketika kita ingin menghadapi tantangan Indonesia kedepan maka singa yang sedang tertidur tersebut harus dibangkitkan. Sudah saatnya mahasiswa menjadi solusi atas tantangan bangsa kedepan. Hal ini dapat dimulai dari sadar akan potensi dirinya, peduli terhadap permasalahan bangsa, selalu mengembangkan kapasitas diri dibalut dalam sebuah gerakan bersama. Gerakan yang saling mengolaborasikan berbagai warna menuju suatu cahaya terang, Indonesia tersenyum.

3 thoughts on “Mahasiswa dan Tantangan Indonesia Kedepan

  1. Memang tidak bisa dipungkiri keadaan pemuda kita memang sperti itu..
    langkah-langkah yang terpenting adalah memulai dari hal yang sederhana dimulai dari diri sendiri..
    Menurutku adanya mahasiswa yang masih berada dalam ranah politik itu adalah pilihannya hasil dari kedewasaannya yng harus dipertanggungjwabkan oleh dirinya. dan sebagai sesama mahasiswa kita harus menghargai dan hanya dapat mengingatkannya terjadi penyimpangan. Sekarang pun tak sedikit dari rekan-rekan kita yng tetap semangat mengembangkan potensi dirinya d dalam sekup akademik.

    ..
    ijin untuk mengunduh untuk keperluan mading karakter..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s