Perkembangan Corak Budaya dan Organisasi

4917-Two-Men-Playing-A-Game-Of-Pool-In-Their-Business-Suits-Clipart

Peradaban yang kita rasakan sekarang merupakan suatu proses panjang yang terjadi dari zaman-zaman sebelumnya. Ketika pada awalnya manusia berpikir praktis hanya sekedar hidup memenuhi perut saja hingga sekarang kebutuhan manusia sangat kompleks, tidak hanya papan, sandang, pangan namun meliputi kebutuhan yang lebih komprehensif  aktualisasi diri, keamanan, cinta , dsb. Dengan setiap kebutuhan individu yang kompleks ketika berinteraksi maka bakal menimbulkan suatu peradaban yang kompleks dan lebih maju pula seiring berkembangnya pola pikir manusia sehingga ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pula. Namun sebelum peradaban ini kita nikmati proses panjang telah dulu berjalan. Cerita dimulai dari zaman batu.

Pada zaman batu dulu peradaban manusia masih sangat sederhana. Kebutuhan hanyalah untuk berburu mencari makanan. Hal itu dilakukan secara manual dengan memanfaatkan batu-batuan untuk memburu mangsa. Ada yang pandai berburu dan ada yang handal membuat senjata. Akhirnya mereka bekerjasama dalam mendapatkan mangsa. Mangsa hasil buruan pun dibagi rata menjadi dua. Itulah kerjasama pertama kali. Konon setelah itu sang ahli pembuat kapak sakit. Dukun mengatakan bahwa dia tidak boleh makan sapi lagi namun makan gajah. Akhirnya sang pembuat kapak dan pemburu berunding. Sang pembuat kapak bakal member 20 kapak kepada pemburu namun sebagai imbalannya pemburu harus memberi gajah ke pembuat kapak. Itulah proses tawar menawar pertama kali. Beruntung sekali sang pemburu dapat membunuh gajah hanya dengan 10 kapak. Sisa kapaknya menjadi milik pemburu. Itulah keuntungan pertama kali. Itulah sekelumit peradaban pada zaman batu yang sederhana dan lengkap artinya seseorang dapat melakukan suatu kegiatan secara utuh.

Namun seiring berjalannya waktu, manusia mempunyai kebutuhan dan keinginan yang lebih banyak sehingga dibutuhkan suatu teknologi yang lebih maju pula. Penemuan-penemuan pun bermuculan untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia tersebut yang semakin berkembang. Zaman mesin pun tiba pada akhir abad ke 19 sampai awal abad ke 20 dimana mesin-mesin digunakan dalam produksi.  Corak pekerjaan dan teknologi yang dipakai semakin lama semakin kompleks. Pada zaman pertengahan corak kerja menjadi lebih rumit namun dapat dilakukan dengan satu orang saja. Menginjak pada akhir abad ke-19 terjadi atomisasi corak dalam bekerja dimana seseorang hanya melakukan suatu bagian proses dari kegiatan mengingat semakin kompleksnya sistem.

Pada tahun 1915, Taylor seorang yang bekerja di daerah pertambangan melihat fenomena bahwa hasil pekerjaan dari satu orang dengan orang lainnya berbeda. Taylor menganggap bahwa manusia disini dianalogikan dengan mesin artinya output yang dihasilkan haruslah selalu sama. Pada tahun 19270-1932, Mayo melihat bahwa manusia tidak sama dengan mesin. Ada pendekatan yang berbeda dilakukan terhadap mesin dan manusia. Manusia mempunyai hati, perasaan, emosi dan jiwa sehingga tentunya pendekatan yang dilakukan tidak sama ketika menggunakan mesin. Manusia merupakan makhluk psikososial. Pada tahun 1965, Woordward melihat bahwa interaksi dalam organisasi dipengaruhi oleh lingkungan dan setiap individu dari penyusun organisasi tersebut. Tentunya setiap organisasi punya tujuan. Oleh karena itu dilakukan proses adaptasi untuk mencapai tujuan tersebut. Adapun objek proses tersebut adalah lingkungan usaha/bisnis. Diharapkan disini lingkungan usaha dapat memberikan repon positif kepada perusahaan. Karena pentingnya lingkungan usaha maka dibuat suatu strategi agar lingkungan usaha dapat memberikan dampak positif kepada perusahaan. Untuk menjadikan lingkungan dapat memberikan respon positif kepada perusahaan maka memegang faktor penting adalah bagaimana persepsi perusahaan terhadap lingkungan bisnis/usahanya. Oleh karena itu diperlukan suatu strategi mulai dari bentuk organisasi serta sistem proses managemen. Dalam kesemua itu haruslah ada seorang pengambil keputusan. Disinilah ilmu organisasi managemen berperan. Adapun pengambil keputusan tersebut dipengaruhi oleh faktor nilai-nilai lingkungan dan kultur budaya perusahaan. Strategi perusahaan yang merupakan strategi global meliputi strategi fungsional, SDM, produksi, dll.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s