Selayang Pandang

Kehidupan ini merupakan suatu misteri. Banyak rahasia yang tersimpan yang tidak dapat kita ungkap. Keberadaan manusia merupakan suatu anugrah yang luar biasa. Manusia yang katanya diciptakan dengan sesempurna mungkin menjadi aktor utama di kehidupan ini dengan misi tertentu. Namun kebanyakan manusia tidak menyadari apa yang harus dilakukannya di kehidupan ini. Unuk mencari tahu tujuan penciptaan manusia, kita harus mencari tahu hal yang paling mendasar yang harus dicari oleh seluruh umat manusia. Identitas, itulah yang harus dicari oleh setiap manusia. Banyak manusia yang kehilangan identitas dirinya. Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan di kehidupan ini dan siapakah diri mereka. Itulah orang-orang yang akan merusak diri mereka sendiri. Kebanyakan mereka tersesat kepada jalan yang salah yaitu dengan mengikuti hawa nafsu mereka sehingga mereka menyia-nyiakan hidup yang singkat ini.

Untuk mencari jati diri, kita dapat memulai dengan mencari potensi diri kita. Manusia memiliki potensi diri yang luar biasa hebatnya. Namun sayang, banyak potensi yang terkekang oleh belenggu-belenggu yang harus kita singkirkan. Belenggu tersebut menutupi keagungan dalam diri kita. Menurut saya pribadi, manusia memiliki semua potensi yang ada. Namun, semua potensi tersebut memiliki kualitasnya masing-masing tergantung dari setiap manusia. Saya sendiri merasa memiliki potensi untuk menjadi orang yang dapat merubah bangsa ini kearah yang lebih baik. Kepemimpinan, integritas, tanggung jawab merupakan beberapa hal yang harus dimiliki oleh orang-orang yang bercita-cita besar untuk merubah bangsa ini. Sekarang saya masih berupaya membuka belenggu-belenggu yang ada untuk mengeluarkan segala potensi diri. Hal ini dapat dilakukan melalui proses pembelajaran. Proses pembelajaran dapat kita lakukan setiap saat dan dimanapun kita berada, bukan hanya di ruang kelas atau ketika mengikuti training saja. Semua manusia memiliki potensi untuk menjadi apapun yang mereka inginkan di muka bumi ini. Mulai dari presiden, pengusaha, sekjen PBB dan yang lainnya. Setiap manusia dapat mempunyai cita-cita apapun yang mereka ingin raih, tidak dibatasi oleh kekurangan ataupun kelebihan diri. Karena saya percaya, manusia adalah makhluk yang agung yang dapat berupaya untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Memang manusia tidak akan pernah sempurna, selalu diliputi dengan berbagai kekurangan, begitu juga dengan diri saya. Mungkin sekarang ini saya adalah orang yang cenderung pesimis. Setelah melewati berbagai tes kepribadian, ternyata saya memiliki kpribadian dominan melankolis-pregmatis. Saya merasa sensitif terhadap sesuatu dan terlalu memperhitungkan resiko suatu hal sebelum melakukannya sehingga terkadang saya sulit mengambil keputusan dalam waktu dekat. Kekurangan dominan yang saya miliki berasal dari keburukan pribadi melankolis-pregmatis. Jika ada kekurangan pasti ada kelebihan. Saya rasa saya memiliki kelebihan seperti : analitis, sistematis, pemikir, tidak egois, mau intropeksi untuk berubah menjadi lebih baik dan bertanggungjawab. Sebagian orang kadangkala tidak bisa melihat kekurangan dan kelebihan mereka dengan gamblang. Kadangkala justru orang lain lah yang dapat melihat kelebihan dan kekurangan kita. Ada orang yang merasa bahwa dirinya tidak sombong tetapi selalu memamerkan kekayaan yang dimilikinya. Ada orang yang merasa tidak mampu melakukan sesuatu padahal dirinya memiliki keahlian yang cukup. Sungguh ironi bukan, bahwa ada orang yang memang sulit mengenali kelebihan dan kekurangan dirinya dengan baik, termasuk saya juga. Mungkin saya merasa sebagai orang yang ramah, tetapi banyak orang yang tersakiti oleh kemarahan saya. Menurut saya mengenali kelebihan dan kekurangan kita secara obyektif bukanlah perkara yang mudah. Dibutuhkan keberanian untuk mengakui sifat-sifat yang tidak kita akui dalam diri kita.

Selain mengenal potensi diri, kita juga harus mengetahui minat dan bakat kita dengan baik demi menetapkan tujuan yang akan kita raih. Jujur, pada awalnya saya pribadi memiliki minat di bidang pengetahuan dan teknologi saja. Namun ketika melihat kondisi bangsa ini yang begitu carut marut, saya juga tertarik pada bidang sosial karena setiap persoalan yang ada di Indonesia membutuhkan pendekatan sosial pula bukan hanya pengetahuan saja. Pengetahuan tanpa aplikasi atau kegunaan hanyalah omong kosong belaka. Ketika kita mengaplikasikan teknologi tertentu di masyarakat maka pasti akan timbul dampak sosial yang harus diperhatikan.

Aku tidak bisa membuktikan apakah cita-cita yang kuimpikan bisa terus bersemayam di hatiku dan akan terus kukejar seiring berjalannya waktu. Yang hanya bisa kujanjikan, sekarang aku mempunyai cita-cita dan aku akan berusaha untuk meraih cita-cita itu hingga akhir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s