KM ITB kita semua

Keluarga Mahasiswa ITB (KM ITB). Apa yang terlintas pertama kali ketika mendengar KM ITB? Apakah itu himpunan atau unit ke 31? Apakah itu hanya meliputi kemahasiswaan terpusat saja? ya, KM ITB adalah kita semua, himpunan, unit dan kemahasiswaan terpusat. Sebuah frame langsung tersirat didalam benak kita ketika mendengar kata KM ITB : belum kokohnya internal, kurangnya kolaborasi, belum sinergisnya antar elemen, kongres dan kabinet belum kuat dan semacamnya. Hal-hal negatif yang terpikir. Siapa yang patut dipersalahkan ketika KM ITB belum berjalan secara optimal? kongreskah? kabinetkah? jangan-jangan kita semua (termasuk unit dan himpunan) belum menjalankan sistem KM ITB secara benar. Dimanakah sisa Forum rembug yang dulu ramai didengungkan? saya tidak tahu. Apakah semua lembaga telah melaksanakan kewajiban untuk mengirimkan senator? saya tidak tahu. Apakah semua lembaga telah menjalankan sistem kontrol yang baik terhadap senatornya? saya tidak tahu.

Saya yakin semua kepala lembaga tahu dan sadar bahwa kita satu KM ITB. Bahwa kolaborasi merupakan hal yang pasti dalam kehidupan ber-KM ITB. Saya yakin semua kepala lembaga sadar pentingnya KM ITB. Saya yakin semua kepala lembaga menginginkan KM ITB yang idea. Permasalahan utama adalah bukan pada kesadaran pada petinggi lembaga (walaupun itu termasuk faktor minor). Tantangan yang harus dihadapi kedepan adalah bagaimana cara mensinkronkan gerak tiap lembaga sehingga timbul harmonisasi dalam ber-KM ITB. Setiap lembaga pasti memiliki berbagai macam kegiatan yang begitu padat dan fokus yang bervariasi. Tantangannya adalah bagaimana setiap lembaga bisa memiliki managemen yang baik dari segi waktu, SDM, dsb terhadap dengan kegiatan terpusat. Komitmen tidak akan pernah menjadi realita ketika tidak pernah diimplementasikan dalam sebuah wujud nyata baik contoh kecilnya misalnya dalam bentuk struktur organisasi maupun program kerja, ataupun kegiatan kultural lainnnya, dsb. Tantangan pula bagi kabinet KM ITB untuk bisa memberdayakan dan mensinkronkan potensi dan gerak tiap lembaga dan anggota KM ITB menjadi sebuah gerak yang massive.

Setiap lembaga memiliki potensi dan kelebihannya masing-masing. Ada yang jago dalam olahraga, kajian, seni budaya ataupun keprofesian. Setiap kelebihan lembaga yang ada dapat menjadi sebuah kekuatan jika dapat dikolaborasikan dengan baik. dapat pula menjadi sebuah ancaman jika tidak diatur dengan baik. Sebuah usaha untuk mensinergiskan KM ITB harusnya datang dari kedua belah pihak, kemahasiswaan terpusat dan himpunan ataupun unit sendiri. Lemahnya kolaborasi dalam KM ITB akan terus menjadi isu utama ketika kita hanya pasif menunggu. Ketika anggota lembaga kita tidak sadar bahwa kita satu KM ITB, ayo sadarkan. Ketika anggota lembaga kita tidak tahu pentingnya kemahasiswaan terpusat mari kita turut cerdaskan. Bersama-sama dalam sebuah wujud nyata. Kalau tidak ingin isu lemahnya internal KM ITB menjadi isu utama marilah kita bergerak. Tidak usah menunggu kabinet KM ITB dan kongres mencerdaskan, mari cerdaskan bersama-sama.

-kolaborasi itu nyata jika kita merealisasikan kesadaran menjadi sebuah gerakan nyata-

mohon maaf atas segala sesuatu yang kurang berkenan

Untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater. Merdeka!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s