TPB tidak mendapat hak pilih

Pemira KM ITB sebentar lagi akan dimulai. Hiruk pikuk nuansa politik yang semakin mengental mulai terasa. Sebuah isu dan kontroversi yang menjadi perhatian kita sejak lama : Apakah TPB berhak mendapatkan hak pilih dalam pemira KM ITB? Sebuah isu yang sudah lama dibahas dan telah keluar keputusannya melalui Sidang Istimewa Kongres KM ITB bahwa tidak ada perubahan AD/ART KM ITB. Itu artinya pada pemilu raya KM ITB 2010 TPB  tidak mendapat hak pilihnya kembali.  Lantas mengapa TPB tidak mendapatkan hak pilihnya?

Ada beberapa poin yaitu :

–          Implementasi RUK yang belum bisa dijalankan dengan baik karena belum stabilnya sistem kaderisasi Fakultas/Sekolah di ITB

–          Belum stabilnya sistem senator fakultas sebagai aspirator dari TPB

Sesuai dengan peraturan yang berlaku bahwa yang mendapat hak pilih pada pemira KM ITB  adalah anggota biasa KM ITB, yaitu anggota yang telah melewati serangkaian proses yang berlaku. Tahun 2001, untuk menjadi anggota biasa KM ITB maka dipakailah parameter waktu selama 1 tahun. Namun karena waktu tidak menentukan kualitas, dipakailah pendekatan yang lebih baik yaitu pendekatan proses. Proses untuk TPB dijamin dalam RUK. Namun apakah RUK khususnya profil kader tingkat pertama dapat terimpelentasi dengan baik? PROKM dan dinamisasi kegiatan kampus lainnya belum bisa dijadikan patokan karena analisis output yang masih diragukan. Kaderisasi wilayah yang merupakan jenjangan dari implementasi RUK profil kader tingkat satu masih menggantung. Hanya minoritas fakultas/sekolah yang telah berinteraksi dengan TPB nya dengan baik. Hal ini karena beberapa kendala seperti masalah koordinasi antar himpunan ataupun sulitnya perizinan dengan pihak dekanat sehingga sangat sulit sekali untuk melakukan pencerdasan kepada TPB melalui perpanjangan tangan himpunan-himpunan.

Sebagai anggota yang memiliki hak memilih sudah seharusnya memiliki wadah penyaluran aspirasi. Jika TPB mendapat hak memilih dalam pemira kali ini sudah merupakan konsekuensi logis mereka mempunyai wadah representasi dalam kongres. Memang senator fakultas/sekolah telah disepakati untuk mewadahi aspirasi TPB nya. Namun belum stabilnya sistem kesenatoran untuk TPB seperti minimnya interaksi himpunan dengan TPB nya (bahkan malah belum pernah interaksi sama sekali) menyebabkan senator belum mampu mewadahi TPB untuk menyalurkan aspirasinya pada pemira kali ini.

Kesimpulannya adalah hal yang prematur ketika TPB memilih pada pemilu raya KM ITB kali ini karena belum stabilnya sistem kaderisasi dan kesenatoran di Fakultas/Sekolah sehingga RUK belum terimplementasi dengan baik serta TPB belum bisa diwadahi aspirasinya oleh senator fakultas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s