HME-ITB-FAIR

Ditengah siang yang rindang diliputi awan itu, berjubel ratusan manusia (mungkin ribuan sih) memadati sekitar Campus Center, boulevard dan sekitarnya. Disitu aku dan kawan-kawanku duduk berseri menjaga stand kebanggaan kita, HME ITB. Score Board, berbagai robot menemani kami ditengah keramaian pengunjung.

ITB fair 2010. Sebuah bagian yang berkesan dalam hidupku. Sebuah gerakan yang kunilai dashyat dalam mengembangkan Community Development seluruh kampus seantero Indonesia. Rangkaian acara Idea Mall, Konferensi Mahasiswa, Talkshow, Lomba Essai dan masih banyak lagi menaril perhatian pengunjung untuk datang. Sungguh kebanggan bagiku bahwa aku dulu pernah ada dan berkontribusi di kepanitiaan ITB Fair. Aku sempat menjadi Wakil Ketua ITB Fair dari September sampai November 2009. Memang hanya sekitar 2 bulan namun banyak pengalaman menarik timbul. Mulai dari rapat hampir tiap malam menyusun konsep,  mengader 1958 calon panitia ITB Fair, kunjungan nekat ke Semarang, dan masih banyak cerita lagi.

Tidak hanya cerita yang berbekas disana. Torehan prestasi HME ITB mulai menyeruak seantero negeri. Palapa menjadi role model bagi gerakan comdev 55 perguruan tinggi se-Indonesia. Melalui berbagai proses FGD dan konferensi Internal, dipercayalah bung Ramadhani Wahono, Ketua Palapa II HME ITB menjadi salah satu perwakilan ITB di Konferensi Mahasiswa Nasional. HME ITB telah menginspirasi Indonesia melalui Palapanya. Bukan saatnya kita berpuas diri namun justru menjadi tanggungjawab kita semua untuk terus menegakkan Palapa dibumi Indonesia menjadi lebih baik.

Seorang kawan dari Riau begitu antusias ketika melihat lampu LED hemat energi karya mahasiswa elektro ITB dalam sebuah kesempatan pameran di Dufan. Dia begitu menaruh harapan kelak lampu LED tersebut dapat diimplementasikan di Riau. Sebuah kepercayaan yang menjadi bahan bakar semangat kami untuk terus melakukan penyempurnaan LED tersebut.

Sungguh seperti mimpi ketika HME ITB banyak di sorot publik. Putri Petir, Pemenang EEA diabadikan kisahnya pada majalah mingguan Tempo bulan Januari 2010. Tidak hanya itu, Metro TV pun tersedot pada torehan emas anggota HME ITB tersebut. Sekitar selama 1 jam, sekre HME pun menjadi tempat syuting Metro TV merekonstruksi proses kerja Putri Petir membuat sebuah alat yang inspiratif. Sebuah harapan muncul semoga karya putri bangsa tersebut dapat diekspos ke sebuah acara TV di Metro : Kick Andy.

Wartawan TV One dengan antusiasnya mewawancarai anggota HME yang menjaga stand disana. Dia begitu terlihat tertarik dengan robot ‘laba-laba’ yang dapat melenggok halus ditengah sorotan mata pengunjung. Sebuah apresiasi pula ketika Menristek menyempatkan hadir ke stand HME ITB. Sebuah semangat dilontarkan agar robot ‘laba-laba’ pemenang KRCI kategori berkaki tersebut dapat mengharumkan nama bangsa dikancah Internasional.

Lebih dari itu semua aku sangat bangga karena sebagian besar karya yang ditampilkan pada pameran mahasiswa merupakan karya anggota HME ITB angkatan 2008 dan 2007 khsusus dijadikan lecutan untuk mengembangkan budaya keprofesian di himpunan tercinta ini. 21 Karya berdiri sombong didepan deraian pengunjung.

Sempat terlintas dibenakku kembali. “Apakah ini yang menjadi tanda zaman keemasan HME ITB kembali? Sepertinya mimpi yang kami idam-idamkan selama ini sudah semakin dekat, semakin nyata bahwa gaung HME ITB bisa mendengung dari Sabang sampai Merauke .”, gumamku dalam hati.

Untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater, Merdeka!

ITB Fair, Bergerak, Sinergis, Berkarya

OKE CHAMP! ELEKTRO! WE CAN FIGHT!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s