Tumpukan Ego

Disuatu siang yang terik Badu berjalan menyusuri gang yang sempit untuk melaksanakan shalat Jum’at. Kumandang azan telah memanggil jiwanya menuju tempat perenungan. Sesaat setelah Badu tiba dimuka masjid hatinya sedikit tersentil. Dijalan didepan muka masjid dilihatnya tumpukan sampah. Tumpukan sampah yang sangat menjijikkan. Terdiri dari berbagai macam komposisi mulai dari sampah kering sampai sampah basah bebas makanan. Lalat beterbangan diatasnya. Tidak sedikit orang yang lewat sana menggerutu sambil menutup hidup. “Sialan! Kerjakaan siapa ini buang sampah sembarangan!”,gerutu Badu dalam hati sambil berlalu memasuki masjid.

Sejam kemudian Shalat selesai. Warga muslim sekitar yang berada didalam masjid berhamburan. Badu keluar paling akhir dari tempat itu. Ketika dia baru menjejakkan kakinya keluar masjid dilihatnya kembali tumpukan sampah. “Sial, masih ada juga tumpukan sampah disini! Apa nggak ada yang terganggu dengan sampah-sampah ini sih sampai tidak ada yang mau membersihkannya. Katanya kebersihan adalah sebagian dari iman, mana buktinya!?!?”, celetuk Badu berlalu meninggalkan tumpukan sampah sambil menyorotkan pandangan tajamnya kearah tumpukan sampah.

Besok siangnya Badu kembali melewati muka masjid tersebut. “Gila bener! Masih ada aja sampahnya sampe sekarang! Apa hanya aku aja ya yang merasa terganggu dengan tumpukan sampah ini?? Kemana nih para pengurus masjid??”,Badu diam didepan tumpukan sampah sambil mengumpat. Lima menit kemudian Badu berlalu sambil geram. “Awas saja kalau tumpukan sampah ini masih ada disini besok!”.

Dan seperti sebelumnya pada keesokan sorenya Badu kembali melewati muka masjid. Mukanya memerah. Kesabarannya seakan sudah hilang bercampur dengan amarah. Didepan pandangannya masih ada tumpukan sampah yang selalu diumpatnya. Keadaannya masih sama seperti 2 hari sebelumnya. “Benar-benar ini warga sudah gila semua! Dasar ketua RT dan RW gak becus! Sampai kapan sampah-sampah ini akan hilang! Sudah muak saya! Apa mereka gak ada yang sadar bahwa sampah sangat mengganggu!? Apa nggak ada yang sadar potensi penyakit sangat besar!!? Andai saja ada yang sadar mau membersihkannya, andai saja ada yang peduli akan kebersihan, andai saja…” ,Badu terdiam sejenak, termenung dalam dalam amarah.

Sebenarnya sudah tiga bulan sampah tersebut berada disitu. Sebenarnya semua warga disekitar merasa terganggu dengan sampah tersebut. Sebenarnya sudah ratusan warga mengumpat seperti Badu. Sebenarnya sudah banyak warga berdiam mengumpat didepan tumpukan sampah. Sebenarnya banyak orang berharap pada keesokan harinya sampah didepan muka masjid menghilang. Sebenarnya mayoritas warga mengharapkan ada orang yang sadar dan mau membersihkan tumpukan sampah tersebut. Sebenarnya semua warga hanya bisa mengumpat dan berandai-andai.

Dalam keheningannnya Badu kembali tersadar.”Nggak bakal ada perubahan kalo gak ada yang mengawali. Nggak bakal ada realitas tanpa usaha. Nggak ada gunanya aku mengumpat setiap hari mengutuk kondisi”. Secara otomatis Badu mendekati tumpukan sampah tersebut. Tangannya segera mengambil sebagian sampah tersebut dan memasukkannya kedalam kantong plastik berwarna hitam. Dengan perasaan yang campur aduk Badu terus membersihkan sampah tersebut seorang diri. Warga yang berada disekitar tumpukan sampah tersebut pun sedikit terpaku atas pemandangan yang tidak biasa tersebut. Langkah mereka tiba-tiba terhenti memandang Badu yang bergulat dengan sampah. Mereka sudah sangat lama tidak menyaksikan seorang yang mau membersihkan sampah itu. Perasaan lega, bahagia menyerang hati sanubari mereka. Lega bahwa masalah yang selama ini mereka hadapi akan sirna. Lega bahwa harapan akan seorang yang sadar tentang kebersihan telah terwujud. Dengan senyuman dalam hati mereka pun berlalu, berlalu meninggalkan Badu untuk melanjutkan hidup mereka. Badu memalingkan wajah kebelakang sejenak melihat warga yang pergi dengan tersenyum. Pandangan sinis menghiasi raut wajahnya. Pandangan akan pecundang yang hanya bisa berharap tanpa mau bertindak.

3 thoughts on “Tumpukan Ego

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s