Komunitas Sebagai Akselerator dalam Membentuk Knowledge Society yang Adaptif dan Progresif Untuk Menjawab Tantangan Abad Ke-21

oleh: Fitrian Pambudi

Memasuki abad ke-21 masyarakat mengalami proses transformasi secara fundamental dalam semua dimensi kehidupan. Proses transformasi tersebut terutama akibat adanya globalisasi yang berdampak luas dan mempengaruhi sendi dasar kehidupan berbangsa. Globalisasi ekonomi yang ditandai oleh praktik perdagangan bebas telah menyebabkan dinamika perekonomian suatu negara menjadi saling tergantung. Interaksi antar bangsa memungkinkan terjadinya proses saling mempengaruhi dan saling menyerap nilai-nilai budaya antar bangsa sehingga memungkinkan budaya negatif seperti konsumerisme, hedonisme maupun pergaulan bebas merasuki bangsa kita. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang cepat  dapat mempengaruhi peradaban dan harus mampu diantisipasi.

Untuk menghadapi berbagai tantangan abad 21 yang muncul dilevel nasional maupun internasional tersebut dibutuhkan generasi yang adaptif dan progresif. Mereka adalah generasi yang terbuka, berpengabdian, inovatif, unggul dan memiliki konektivitas. Knowledge is power. Dalam konteks demikian, etos ilmu pengetahuan pun harus ditumbuhkan di masyarakat. Masyarakat dituntut untuk  open minded dalam menerima informasi dan gejala perubahan zaman tanpa menanggalkan idealismenya. Keterbukaan akses pengetahuan dan informasi serta kematangan mentalitas merupakan syarat dalam menciptakan knowledge society. Media telekomunikasi yang ada seperti internet, radio, televisi maupun media cetak jika dimanfaatkan dengan bijak dapat menjadi sumber pengetahuan dan informasi.  Masyarakat abad 21 dituntut untuk update dan peduli terhadap isu nasional maupun internasional mengingat batasan antar negara yang sudah mulai luntur. Sudah  bukan zamannya lagi generasi Indonesia hanya terkungkung dalam isu lokal maupun nasional. Tidak ada satu pun negara yang menjadi kekuatan tunggal dalam menentukan perkembangan dunia. Hanya masyarakat yang memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas yang dapat survive di era modern ini.

Komunitas dapat menjadi akselerator dalam membentuk knowledge society yang adaptif dan progresif. Sejarah menyatakan bahwa gerakan komunal menjadi fondasi perubahan. Pada awal abad ke-20 Boedi Oetomo telah membuktikannya dengan menemukan suara generasi muda Indonesia. Diperlukan adanya komunitas pada abad ke-21 untuk menemukan kembali suara generasi muda. Komunitas abad telah ke-21 menjelma dalam berbagai sendi kebangsaan. Eksistensi kampus sebagai komunitas akademik, LSM sebagai komunitas sosial, partai sebagai komunitas politik dan berbagai komunitas kepemudaan dituntut untuk bisa bergerak secara sinergis dan saling mendukung. Didalam komunitaslah dapat terjadi proses sharing knowledge dan idea yaitu wadah bertukar pengetahuan dan gagasan mengenai cita-cita masa depan. Komunitas pun berfungsi sebagai guardian of value atau penjaga idealisme. Tentunya segala proses yang terjadi didalam komunitas tersebut mengarah kepada sinergisasi gerakan. Semangat kolektivitas dan kolegialitas mengarahkan adanya kerjasama di antara seluruh elemen sosial dan komponen bangsa sehingga membentuk suatu sinergi yang berkekuatan besar. Patut disadari bahwa banyak potensi individu-individu di Indonesia yang terpencar di lingkungan masing-masing. Bila dihimpun serta dikonsolidasikan dengan baik akan berkembang menjadi kekuatan sinergis, yang bermanfaat bagi kepentingan bersama. Dengan adanya komunitas, gerakan dapat lebih sinergis dan terorganisir sehingga semakin dekat dalam mencapai tujuannya dalam membentuk bangsa yang sanggup menjawab tantangan era modern yang semakin kompleks.

Kita harus memahami bahwa terjadi masa transisi pada masa awal pergantian abad yang seringkali menimbulkan berbagai tantangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks tersebut, kita memerlukan generasi yang adaptif dan progresif untuk mengatasi berbagai persoalan besar dan tantangan yang amat berat pada abad ke-21. Pengetahuan dan informasi menjadi modal utama. Namun untuk menghasilkan sebuah dampak yang lebih masif, dibutuhkan sinergisasi gerakan yang dapat dilakukan melalui komunitas mengingat berbagai potensi individu yang tersebar di Indonesia. Generasi muda hendaknya menyadari sepenuhnya mengenai hal ini, sehingga sejak sekarang berusaha menyiapkan diri secara baik untuk menjawab tantangan di masa depan. Kita semua menaruh harapan besar kepada generasi muda sebagai pewaris sah atas goresan sejarah bangsa di masa mendatang. Ungkapan bijaksana dari seorang sejarawan mungkin layak kita renungkan bahwa”the past is present.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s