ITB : Semangat ber-Keprofesian

Barusan saya mengikuti diskusi bebas yang diadakan oleh ProInov Kabinet KM ITB membahas tentang semangat berkarya mahasiswa ITB. Sungguh menarik dari data yang disajikan bahwa ternyata jumlah proposal pada PIMNAS tahun ini menurun dari pada tahun lalu. Dan pada beberapa perlombaan pun diperlihatkan bahwa prestasi ITB menurun. Pertanyaan yang menjadi instropeksi kita bersama adalah apakah mahasiswa ITB sekarang mengalami krisis berkarya? Apakah memang karya yang dihasilkan oleh mahasiswa ITB sangat sedikit? Atau apakah faktor-faktor lainnya seperti manajemen, informasi dan lain sebagainya justru menjadi faktor prestasi perlombaan ITB menurun? Apakah sebenarnya sudah banyak sebenarnya karya mahasiswa yang dihasilkan namun hanya sedikit yang terinkubasi? Mari instropeksi bersama.

Himpunan mahasiswa sebagai wadah berkarya dengan basis keprofesian merupakan motor utama dalam pengembangan keprofesian mahasiswa ITB. Namun seperti kita ketahui bahwa masih ada yang belum terfasilitasi dalam bidang keprofesiannya : TPB alias mahasiswa Tingkat Pertama. Tentu sebuah isu yang telah umum bahwa perlu wadah berkarya yang memayungi mahasiswa TPB. Wadah yang tersedia untuk mahasiswa ITB sekarang adalah unit dengan basis hobbi dan minat. Belum ada sebuah wadah yang real untuk mewadahi TPB berkarya dibidang keprofesian . Akses informasi yang mengenai berbagai perlombaan ataupun project yang ada masih menyebar. Himpunan masih menjadi menjadi pusat informasi keprofesian. Mahasiswa TPB kurang terfasilitasi dalam akses informasi dan wadah berkarya. Diperlukan sebuah informasi terpusat yang dapat diakses seluruh mahasiswa ITB khususnya TPB, entah berisi berbagai perlombaan yang ada ataupun projek yang ada. OSKM bertugas untuk menumbuhkan semangat berkarya (inspirasi) melalui impresi awal kepada mahasiswa baru. Memang dalam berkarya dibutuhkan banyak faktor yaitu motivasi, idea, skill, dana dan wadah. Secara intelektual mahasiswa ITB telah dianugerahi IQ yang tinggi sehingga skill dan idea dapat dipoles dengan relatif mudah. Fokus kita sekarang adalah bagaimana memunculkan inspirasi, informasi dan wadah bagi berkarya mahasiswa ITB.

Dan akhirnya sebuah teknologi, sains dan seni akan digunakan untuk membantu manusia. Institut Teknlogi Bandung sebagai institusi pendidikan wajib mencetak orang-orang yang siap berkarya membangun bangsa. Tidak ada yang salah andaikan kita berkarya dengan tujuan prestasi, dana, projek ataupun demi pengabdian masyarakat. Pada akhirnya segala hal tersebut akan mencetak orang-orang yang siap berkarya serta mengembangkan ilmu pengetahuan itu sendiri.

ITB adalah sebuah Institusi yang mencetak kader siap berkarya. Adalah tugas kita mencapai impian tersebut. Dibutuhkan sinergisasi dari berbagai pihak untuk meningkatkan karya yang dihasilkan mahasiswa ITB : organisasi kemahasiswaan, lembaga kemahasiswaan, prodi dan semua elemen ITB. Sebuah perhatian utama untuk menaungi mahasiswa TPB dalam berkeprofesian. Wadah berkarya dan akses informasi merupakan hal yang utama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s