Damn! Great Adventure in Puntang

Perjalanan ke Gunung Puntang bermula ketika Pras datang mengunjungiku di kos. “Hmm,..sebelum lulus mau jalan-jalan berpetualang dulu, kemana ya?”. “Puntang!” Jawabku.

Perjalanan ke Gunung Puntang dimulai pada Sabtu 5 Maret 2011. Tempat meeting point pertama yang disetujui adalah didepan gerbang depan ITB. Peserta pertualangan kali ini adalah : saya, Pras, Opik, Haekal aka Ucil, Itong, Andi Saputra, Hasanta dan Yoga. Niatnya kita sudah berkumpul lengkap jam07.30 di Gerbang Depan ITB namun apa daya seluruh skuad lengkap terkumpul pada jam 08.00 WIB. Hehe punten saya telat euy karena harus menukar motor ke Chrisna. Jupiter Z merah tanpa spion siap menemani perjalanan saya.

Sabtu, 5-3-11 pkl 08.10-10.20 WIB

“Oke, Gunung Puntang berada di Cimaung, sebelum itu kita akan melalui Soreang lalu Banjaran dan keaarah Pengalengan sebelum belok ke Cimaung. Ada yang tahu kemanakah jalur yang akan diambil untuk menuju Soreang?”, tanyaku. “Wew jadi lo gak tahu jalannya ya??!”,Opik mulai panic.”Ya enggaklah, kalo tau kan gak seru petualangannya.hehe”. Setelah melalui konferensi yang penuh perdebatan akhirnya diputuskan kami akan melalui Tegallega langsung menuju ke Soreang. Opik dan Itong berboncengan berada di garda terdepan untuk memimpin rombongan 3 motor dibelakangnya.

Disetiap belokan yang mencurigakan kami selalu bertanya kepada penduduk sekitar.”Mau ke Cimaung Sep? Nanti ada pertigaan, kalau ke kiri ke arah Pengalengan kalau ke kanan ke arah Soreang. Adik ambil Jalur kiri saja ke arah Pengalengan lalu melewati Banjaran. Nanti tanya orang lagi kalo bingung”. Sesuai petunjuk Bapak tersebut kami melalui rute dengan lancar. Hingga akhirnya kami bertemu papan petunjuk arah dengan menyatakan arah ke kiri adalah Puntang atau Villa Bougenville. Kami pun belok kekiri menanjak sejauh kurang lebih 8 kilometer. Diujung jalan tersebut sampailah kami ke Puntang. Harga tiket masuk ke Wana Bumi Perkemahan Puntang adalah Rp 5.000 perorang dan Rp 2.000 bagi sepeda motor. Kami pun masuk dan bergegas keatas menuju tempat camping. Jalan menuju parkir atas relatif aman walaupun aspalnya sudah hancur.

Pacilities?

perjalanan menuju bumi perkemahan

berpose ketika sampai didaerah perkemahan Puntang

Sabtu, 5-3-11 pkl 10.40-13.00 WIB

Saatnya mencari tempat menyewa tenda. Gampang kok, bagi yang tidak membawa tenda dapat menyewa tenda di warung sekitar bumi perkemahan. Tenda yang disewakan beragam mulai dari tenda pleton dengan daya tampung sampai 50 orang, semi daya tampung 15 orang dan dome daya tampung 3-4 orang. Karena hanya berdelapan kami memutuskan menyewa tenda dome 2 buah. Harga awal yang ditawarkan untuk tiap dome adalah Rp 55.000. Setelah tawar menawar didapatlah harga sewa 2 tenda dome adalah Rp 100.000 beserta jasa pemasangannya. Setelah itu kami pun survey mencari tempat camping. Ada beberapa tempat yang asik diatas, namun karena kami ingin hikmat maka dicarilah tempat yang sepi. Akhirnya didapatlah tempat di blok B3. Tenang saja tidak ada biaya tambahan untuk sewa lahan. Cukup membayar HTM ke Puntang dan sewa tenda saja.  Setelah itu kami pun makan nasi goreng seharga Rp 6.000 perbungkus dan membeli kayu bayar Rp 2.000 seikat dan minyak tanah Rp 10.000 per botol. Untuk shalat dapat dilaksanakan di warung-warung sekitar tempat camping.

Salah satu tempat camping

Tenda Dome kami

Sabtu, 5-3-11 pkl 13.15-15.20 WIB

Damn! Hujan menyerang. Kami pun berlindung didalam tenda. Setelah hujan reda kami terkejut bahwa diluar tenda sudah penuh tertutup kabut. Jarak pandang mungkin sekitar 20 m saja. Sesuai dengan rencana saya dan Haekal pergi dengan motor mencari jagung dan mentega untuk kebutuhan pesta jagung malamnya. Kami pergi kebawah dan mendapatkan jagung seharga Rp 2.000 per buah. Tempat berjualan jagung tersebut sekitar 4 km dari tenda kami.

Kabut setelah Hujan

Pada perjalanan kembali ke tenda, Haekal ada sebuah kolam renang dengan waterboomnya pas disebelah kanan gerbang masuk Gunung Puntang. Waterboom tersebut bernama Bougenville. HTM nya seharga Rp.10.000. “Wiw asik nih adem-adem gini nemu kolam air panas!”,kata Haekal. Dengan antusias kami pun kembali ke tenda dan memberitahukan kabar gembira ini kepada rekan yang lain. “Apa mandi air panas?!?!”, Itong mendengarkan dengan berbunga. “Aseekkk dingin-dingin berendam air panas sungguh nikmat!”. Akhirnya kami semua membawa seluruh barang dan menuju ke tempat waterboom dengan semangat ganda. Setelah sampai dibawah kami pun  memarkirkan sepeda motor didekat pos Puntang. “Pak kira-kira pemandian air panas itu buka sampai jam berapa pak ya?”,tanyaku kepada petugas di Puntang. “Air panas apa, Dik? Seumur-umur saya bekerja disini gak ada pemandian air panas disini”, sergahnya. “Jadi itu bukan air panas? Air dingin donk?”.”Ya iyalah sumber airnya saja berasal langsung dari atas gunung ini. Kalau mau mandi air panas beli saja di warung diatas”. Bagai geledek disiang hari kami pun kembali ke tenda dengan kecewa. “Shiitt, saatnya kembali berdingin-dingin ria!” .

Sabtu, 5-3-11 pkl 16.10-17.10 WIB

“Ngapain ya sore-sore? Gimana kalo kita mengunjungi gua belanda?”. Ya di Puntang terdapat Gua peninggalan Belanda. Jaraknya hanya sekitar 300 m dari tempat kami mendirikan tenda. Kami menitipkan sepeda motor diwarung terdekat dan berjalan menuju gua. Tidak ada yang menjaga dan tidak ada HTM untuk masuk gua. Dari luar terlihat gua sangat gelap. Tiba-tiba Opik berteriak “Waaaa!!!!”. “Ada apa Pik????”,.””Kodok!!”. Yaelah hanya kodok…

Sediakan senter jika ingin masuk gua. Aman kok tidak akan nyasar tanpa pemandu. Jalanan hanya lurus saja. Hanya ada 1 pertigaan dan keduanya mengarahkan ke pintu keluar. Panjang Gua sekitar 200 m. Awal-awalnya memang menyeramkan namun didalam tidak ada apa-apa. Hanya sekumpulan kodok dan kelelawar menempel didinding.

Sabtu, 5-3-11 pkl 18.30-11.00 WIB

Saatnya membakar jagung. Namun sebelum itu api unggun harus dibuat. Itong yang cekatan berhasil membuat api unggun yang oke punya. Kami pun membakar jagung dengan riang gembira. Setelah semua kayu habis terbakar kami segera tidur. Tidak ada yang menjaga tenda. Semuanya tidur karena kami yakin tempat tersebut aman. Hanya ada segerombolan anjing yang ada disekitar tenda. Anjing tersebut adalah milik yang punya warung. Jinak kok tidak menggigit manusia.

Minggu, 6-3-11 pkl 05.00-07.00 WIB

Kami bangun dan menunaikan shalat subuh diwarung. Kami ingin menuju Curug Siliwangi. Namun sesuai dengan peraturan bahwa orang yang ingin menuju Curug Siliwangi harus lapor di pos Puntang. Kami pun melapor pada petugas. Karena tidak mengetahui jalan menuju Curug Siliwangi maka petugas mengharuskan menyewa guide. Untuk 8 orang peserta tarif guide yang dipatok Rp 150.000. Setelah tawar-menawar didapat harga Rp 120.000. Nantinya saya akan menyadari bahwa guide mutlak diperlukan bagi pemula jika ingin menuju Curug Siliwangi.

Minggu, 6-3-11 pkl 07.30-10.00 WIB

Perjalanan dimulai. Kami berangkat dipimpin guide bernama Pak Sumirat.Perawakannya sangar dengan jaket kulit dan sepatu boot. Disamping bahunya terbaring golok. Kami berangkat dengan peralatan seadanya. Hanya sedikit persediaan minum dan sandal jepit yang setia menemani.

Perjalanan menuju Curug Siliwangi tergolong berat. Kita harus menempuh jarak 3,5 km yang biasanya ditempuh 2-2,5 jam. Jalanan menanjak yang licin setia mengintai. Mendaki gunung dan lewati sungai mutlak harus dilakukan untuk menuju Curug Siliwangi. Gila! Baru 15 menit berjalan saya sudah capek. Jalanan licin bebatuan terus menanjak. Namun setelah itu rasa segar kembali menyergap ketika menyeberangi sungai cadas yang segar.

Jembatan Gantung di Tengah perjalanan ke Curug

Ada Sungai ditengah perjalanan menuju ke Curug SIliwangi

Lama berjalan terlihatlah Curug Siliwangi dari kejauhan! Luar biasa indah! Air terjun dari ketinggian sekitar 100 m mungkin ya, menghantam bebatuan yang sangat dingin. Untuk menuju persis dibawah air terjun kami harus menantang maut terlebih dahulu! Benar-benar menguji adrenalin! Sedikit climbing melintasi bebatuan besar. Dibelakang kami langsung ada sungai dengan batu-batu besar yang siang menerjang jika sedikit saja kami terpeleset. Disinilah guide sangat berperan membantu kami melintasi bebatuan.

climbing bebatuan yang memacu adrenalin!

Udara didekat air terjun sangat dingin! Kami hanya berfoto-foto sebentar dan memutuskan untuk kembali ke tenda 20 menit kemudian.

Dibawah Curug Siliwangi yang Dingin!!

Minggu, 6-3-11 pkl 10.40-12.15 WIB

Perjalanan kembali relative aman dan lancar karena rute menurun. Namun ketika melewati cadas menuruni air terjun tasku jatuh ke sungai. Dengan sigap Haekal segera turun kebawah dan menyelamatkan tasku. Thanks Haekal!

Tantangan tidak berhenti sampai disitu. Ditengah jalan kaki Opik mengalami kram! Kami pun berjalan lambat. Akhirnya pada pukul 12.00 sampai juga kami didaerah perkemahan. Kami segera menyantap nasi goreng yang kami bawa ditengah hamparan rumput sambil menikmati pemandangan disekitar.

Medan yang harus dilewati

Perjalanan kembali ke tenda

Minggu, 6-3-11 pkl 13.00-15.00 WIB

Kami memutuskan pulang ke Bandung karena gerimis mulai datang. Perjalanan lancar dan aman. Hanya hujan yang menerjang kami sampai kosan. Dingin euy! Tapi okelah!

Saran dan Kesimpulan!

–          Puntang adalah tempak yang asik buat Camping rame-rame. Ada fasilitas fying foxnya, paint ball, Gua, Air terjun dsb. Tempatnya pun hanya berjarak sekitar 37 km dari Bandung. Bumi perkemahannya aman sehingga tidak masalah jika ingin camping bersama perempuan.

–          Untuk mencapai Gunung Puntang dengan menggunakan sepeda motor dapat menempuh rute Soreang lalu Banjaran dan menuju Pengalengan. Aka ada petunjuk jalan yang akan menunjukkan Puntang/villa Bougenville. Gunung Puntang terletak di Desa Cimaung. Adapun jika menggunakan kendaraan umum dapat dilakukan dari terminal Tegallega menuju Pengalengan. Lalu anda turun di CImaung. Setelah itu anda harus menggunakan kendaraan dalam desa yang lumayan jarang. Jadi sabarlah menanti. Lebih baik menggunakan kendaraan pribadi mobil/motor karena jalannya baik dan nyaman.

–          Tidak usah khawatir jika minim peralatan namun ingin camping di Puntang. Banyak warung yang menjual makanan dan tenda maupun perlengkapan camping lainnya.

–          Jika ingin menuju Curug SIliwangi sebaiknya dilakukan dipagi hari. Karena biasanya disiang hari hujan mulai turun. Sungai berpotensi meluap ketika hujan dan ancaman longsor semakin dekat. Wajib lapor ke pos petugas jika ingin pergi ke Curug Siliwangi. Track menuju Curug Siliwangi berat. Ada baiknya membawa perbekalan makan dan minum karena tidak ada warung selama perjalanan. Gunakan sepatu dan sarung tangan agar lancar selama perjalanan.

–          Jasa Guide mutlak diperlukan jika tidak tahu jalan menuju Curug Sliwangi. Demi keselamatan gunakan jasa Guide.

–          Biaya masuk ke Gunung Puntang adalah Rp 5.000 perorang, motor Rp 2.000 perunit. Biaya sewa tenda dome untuk kapasitas 4 orang adalah Rp 50.000 perbuah. Sewa jasa Guide Rp 120.000 untuk 8 orang. Kayu bakar Rp 2.000 perikat.

–          Shalat dapat dilakukan diwarung sekitar karena minimnya musholla.

“Sebuah negara tidak akan kekurangan pemimpin jika pemudanya gemar berpetualang di hutan, Gunung dan Lautan”

Gunung Puntang, 5-6 Maret 2011

5 thoughts on “Damn! Great Adventure in Puntang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s