Bahasa dan Peradaban

“Oke.. Thank you, bro!”

Sorry, aku datang telat!”

Sedikit kutipan dari perbincangan diatas yang sudah tidak asing lagi kita dengar. Mungkin bagi kita yang biasa mendengarnya merasa tidak ada yang aneh dengan kalimat-kalimat diatas. Tanpa disadari, mau tak mau bahasa inggris telah menginfiltrasi sendi berbahasa dimasyarakat Indonesia. Mengapa begitu? Wajarkah?

Bahasa merupakan salah satu indikator peradaban disuatu negara. Segala hal yang berkaitan dengan dunia barat telah masuk ke Indonesia. Misalnya dari dunia hiburan dimulai dari film-film Hollywood yang menembus IMDB, musik, game, dan masih banyak lagi.  Ketika pemerintah sempat mewacanakan akan melarang film impor masuk ke Indonesia, masyarakat mulai ramai. Masyarakat belum siap menyantap film Indonesia yang sekarang mayoritas menjadi murahan, horor berbau seksualitas. Mulai dari ada hantu keramas, hantu perawan, atau menculik mie ayam, dsb. Bahkan ada nada guyonan bahwa nantinya XXI akan berubah menjadi XXX. Begitu pula dengan game, ada buatan microsoft, rockstar dsb. Game buatan Indonesia? ada yang pernah tahu atau main barangkali?

Tidak hanya dari dunia hiburan, kaum barat telah menancapkan kukunya didunia pendidikan. Tentunya kita sebagai mahasiswa sudah tidak asing lagi dengan buku referensi berbahasa inggris mulai dari karangan Alexander Sadiku, Nigel, Tanenbaum, Schaum, Zadeh, terbitan Prentice Hall dan masih banyak lagi. Barangkali justru merasa aneh jika ada buku referensi karangan orang Indonesia (sangking terbiasanya).

Segala teknologi  pun demikian.  Kita didunia komputer rajanya adalah Microsoft, Apple, IBM, Dell, Hewlett-Packard atau yang biasa mengitari dunia maya tentu sudah biasa dengan Yahoo!, google, Facebook, twitter, dsb. Apalagi ya? hmm.. mungkin tampaknya karena itulah bangsa Indonesia (lumayan) jago bahasa Inggris. Bagi mahasiswa misalnya sudah terbiasa menonton film-film Holywood, membaca buku referensi impor, mendengar musik barat, memakai software mulai dari operating system  sampai simulator berbahasa Inggris dsb.

Mari membudayakan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Bukan hanya sebuah slogan. Lebih dari bagaimana kita tahu struktur maupun EYD yang seharusnya. Tapi lebih dari itu,.. Bagaimana menguasai peradaban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s