Distorsi

Pada suatu siang yang terik, Budi seorang pelajar kelas 1 SD merebahkan tubuhnya di sofa sambil membaca komik. Tawanya yang keras mengundang sang Ibu untuk menghampirinya.

“Budii, belajar dulu gih,. Kamu itu ya lusa bakal ada ujian IPA tapi Ibu lihat gak pernah baca buku sama sekali..”, seloroh Ibu Budi.

“…….”, Budi hanya diam cuek.

Dia meneruskan keasikannya membaca komik Ninja Hattori sambil tertawa keras.  Ya, Budi hanyalah siswa kelas 1 SD yang belum mengerti pentingnya belajar, belum tahu belajar untuk apa.

Ibu tidak kehabisan akal.

“Oke, Budi. Ibu akan kasih kamu hadiah kalau kamu mau membaca buku IPA kamu. Ibu akan memberi satu komik Ninja Hattori setiap kamu menghabiskan membaca satu buku IPA kamu. Jika kamu membaca dua kali buku IPA kamu maka Ibu akan memberikan dua komik juga. Begitu kelipatannya”, Ibu berkata kepada Budi dengan lembut.

Budi terdiam, menghentikan membacanya dan langsung berdiri.

“Wow, oke Ibu! Budi akan membaca buku IPA berulang-ulang kalii! “, jawab Budi dengan semangat 45.

 

Budi mulai membayangkan 5 buah komik Ninja Hattori barunya yang akan didapatkan kelak. Ibu pun berpikir bahwa caranya efektif terhadap Budi yang masih lugu dan polos. Budi membaca buku IPA dengan tekun dikamarnya mulai dari siang hingga tengah malam. Ditahannya rasa kantuk demi mendapatkan komik baru Ninja Hattori. Anto dan Anti, Adik dan kakak Budi, senang dan bangga melihat Budi rajin membaca buku IPA. Mereka bercerita kepada tetangga.

“Wuii Jengg, liat nihh adik aku, Budi, siswa yang baik. Dia membaca buku IPA terus setiap hari”, ujar Anti kepada tetangganya Asri.

“Wah, beda banget ama adik aku, Agus. Dia baca buku IPA sehari palingan 2 jam saja. Sisanya dia habiskan untuk main dengan teman-temannya. Huff enak ya punya adik kayak Budi, adikmu”, jawab Asri.

Tibalah hari Ujian IPA.

Agus dan Budi berangkat bersama ke sekolah. Mereka merupakan teman sekelas di SD Cipayung. Bel mulai ujian berbunyi. Soal dibagikan diatas meja siswa. Agus dan Budi membuka soal dan mulai berpikir keras. Sesekali mereka menulis sesuatu di lembar jawaban.

3 hari kemudian…. Saat diumumkan hasil ujian IPA.

“Ibuuu akuuu pulanggg!”, teriak Budi dengan girang sambil melempar tas sekolahnya.

“Ibuuu, ibuu manaa komik ninja Hattori sayaaa, sayaa sudah membaca 5 kali buku IPA sampai tamatt!”, Budi senang tak  sabar menanti komik barunya

“Iyaa sabar ya Budi, sore ini Ibu belikan. Tapi bagaimana hasil ujian IPAnya? kamu dapat 100 yak? “, Ibu bertanya dengan rasa penasaran dan keyakinan yang tinggi bahwa nilai Budi pasti baik.

“Nggak bu, aku dapat nilai 20! hehehe “, jawab Budi

“!!!!!!! KOK BISA! bukannnya kamu rajin sekali baca buku IPA setiap hari bahkan sampai larut malam?!”tanya Ibu

“Iya Bu, bener kok aku baca buku terus. Tapi aku gak ngerti Bu, karena buku IPA aku dalam Bahasa Inggris. Aku nggak ngerti bahasa Inggris”, jawab Budi dengan polos dan tetap senang membayangkan komik barunya.

“Si Agus Bu,.dia dapat nilai bagus yaitu 80!”

“Kok bisa Agus nilainya lebih bagus dari kamu? bukannya dia lebih sedikit membaca buku IPA?” tanya Ibu.

“Iyaa Bu, enak si Agus soalnya Bukunya dalam Bahasa Indonesia jadi walaupun dia membaca sekali saja namun langsung ngerti apa maksudnyaa. Tapi lebih enak aku sih yang bakal dapat komik. Ibu Agus tidak memberi Agus apa-apa”, sahut Budi.

Ibu hanya terdiam mendengar perkataan Budi. Pendekatan yang dimaknai dengan salah oleh Budi.

-Bandung, 23 Juli 2011-

 

 

One thought on “Distorsi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s