Di Sebuah Persimpangan

Di persimpangan. Hmm,. tiba2 pikiran saya teringat kembali film yang berjudul Mr. Nobody. Di film ini diceritakan sebuah kisah seseorang bernama Nemo.

Nemo merupakan seorang anak yang dilahirkan ke bumi dengan kemampuan spesial. Dia dapat mengetahui apa yang terjadi dimasa depan. Dengan kemampuannya itu si Nemo kecil memprediksi gambaran masa depan dirinya terhadap berbagai pilihan hidup yang diambilnya.  Orangtua Nemo mengalami konflik rumah tangga yang hebat sehingga mereka memutuskan bercerai. Nemo dihadapkan pada situasi harus memilih hidup bersama ibu atau ayahnya. Jika hidup bersama ibunya, dia melihat dirinya dimasa depan akan menjadi pembersih kolam, hidup dengan ekonomi pas2.  Namun ceritanya berbeda lagi jika Nemo berkenalan dengan seorang gadis dan menikah, mungkin dirinya akan mati tenggelam dalam kecelakaan mobil. Cerita berbeda dan ending yang berbeda pula disajikan jika Nemo hidup bersama ayahnya.

Yap, kalau dipikir2 lagi bisa jadi saya tidak seperti ini sekarang jika dulu saya masuk jurusan kedokteran saja. Mungkin jika saya pada hari, jam diwaktu itu saya tidak akan pernah mengenalnya. Banyak kisah juga dari suami-istri yang dulunya bertemu sekilas di bus, kereta dan lain sebagainya. Ya, banyak sekali momen-momen kita berpikir “seandainya saya begini.. pasti hasilnya begitu…”. Mungkin kita hidup disusun berdasarkan “kebetulan2” yang begitu menentukan alur hidup kita pada masa depan. Oleh karena itu hargai kehidupan.

“Sebuah momen dalam hidup dapat berpengaruh besar dalam menentukan kisah hidup manusia. Mungkin momen itu terlihat sederhana, trivial, namun bisa jadi tetap menentukan. Oleh karena itu hargai setiap detik kehidupan”

Kembali ke kisah Nemo, pada akhirnya Nemo kecil pun bingung menentukan pilihan hidupnya : tinggal bersama ibu dan ayahnya. Si nemo kecil lebih memilih untuk lari dari mereka berdua sambil menangis karena bingung. Dia tidak bisa menentukan pilihan karena telah melihat berbagai kemungkinan masa depan. Ya, masa depan dengan pilihan konsekuensinya.

“Dan mungkin memang lebih baik hidup menjadi misteri saja. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi dimasa depan. Kemampuan mengetahui kehidupan masa depan membuatmu tidak bisa menikmati momen-momen yang terjadi sekarang

“Anda adalah arsitek dalam kehidupanmu. Anda diberi kertas kosong dan bebas untuk mengisi kertas tersebut. Tentunya bukan dengan gambar orang lain, melainkan gambar anda sendiri karena anda hanya memiliki satu kertas saja yang tidak bisa dihapus”

“Tidak ada pilihan yang salah dalam hidup. Setiap pilihan memiliki konsekuensinya masing-masing. Nikmati dengan seluruh jiwa seluruh proses yang terjadi”

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s