Angklung Saung Udjo

Seperti biasa ketika weekend menjelang (dengan catatan sabtu dan minggu libur), saya ‘sibuk’ menyiapkan berbagai rencana untuk refreshing. Yup, destinasi yang saya tuju biasanya adalah Bandung. Siapa sih yang ga suka ke Bandung, udaranya sejuk, banyak pilihan kuliner, suasana romantis (tidak berlaku bagi jomblo), banyak sahabat tinggal disana plus bisa cuci mata (you know what I mean).

Okey, singkatnya saya pernah hidup di Bandung selama hampir 5 tahun. Dan kebetulan di hari minggu kemarin saya memiliki ‘side job’ menjadi tour guide bagi bule (orangnya sih WNI alias warga Negara italia). Well, awalnya saya cukup bingung mau diajak keliling mana aja nih bule? Wisata alam seperti kawah putih, tangkuban perahu, ciater dsb? Jauh juga tuh dari pusat kota Bandung, bakal macet kayaknya. Teringat bahwa Bandung sering disebut Paris Van Java alias kota fashion, saya mengajak si bule keliling Dago. Yeah, there are so many factoy outlets there and also Kartika Sari. Di luar dugaan saya si bule ga tertarik fashion ternyata. Bener juga sih, apalah artinya fashion di Bandung dibandingkan fashion di Milan -___-“a

Tak patah arang akhirnya saya memutuskan pergi ke Saung Udjo.

Well Rafa, you will be something special there about Indonesian culture, our music instrumentation made from bamboo. We call it  ‘Angklung’.

Saung Udjo terletak di Jalan Padasuka no. 118. Tempatnya tidak jauh dari Dago dan mudah ditemukan. Sejujurnya saya belum pernah ke Saung Udjo sebelumnya. Saya tidak tahu bagaimana rupanya dan apa saja yang ada di dalamnya. So that was my first time.

Setelah sampai di Saung Udjo saya turun dari mobil dan bertanya kepada security di sana apa saja hiburan yang disuguhkan disini. Yap, di Saung Udjo kita dapat menikmati pertunjukan angklung pada waktu tertentu. Selain itu ada pula toko souvenir dan juga workshop  tempat pembuatan angklung. Saya beruntung saat itu kami masih dapat menikmati pertunjukan angklung. Oh ya untuk HTM nya waktu itu saya dan bule, berdua, totalnya Rp 160.000. Saya mendapat air minum, brosur dan juga angklung untuk dimainkan bersama saat pertunjukan. Jadi begini, setiap penonton memegang angklung dengan nada yang berbeda-beda. Di stage ada seorang ‘dirigent’ memberikan symbol ke penonton angklung dengan nada mana saja yang dimainkan.

Cibeunying Kidul-20130428-00772

Kita hanya butuh konsentrasi dan menggetarkan angklung sesuai instruksi dari dirigent. Ketika kami masuk saat itu sedang berlangsung pertunjukaan bermain angklung secara massal. Yap penonton disana cukup ramai, ada segerombolan bule dari china atau entah Taiwan kali ya, ada juga rombongan mahasiswa-mahasiswi dari Unpad (gagal kenalan T-T) maupun keluarga-keluarga kecil lainnya. Saya dapat melihat ternyata si bule sangat antusias dengan budaya Indonesia terutama angklung. Dia  terus memegang video recordernya dan terus merekam setiap moment yang langka tersebut. Wew malu juga saya sudah hampir 5 tahun, WNI asli pula tapi belum pernah main ke sini sebelumnya.

Pertunjukannya oke, sangat terasa banget kearifan budaya lokalnya. Setelah pertunjukan kami pergi melihat workshop angklung. Oh ya di dekat workshopnya ada taman yang indah loh. Arsitekturnya terasa indo banget lah, banyak saung-saung dari bamboo. It was beautiful, tapi sayang saya ga ngambil gambarnya😥

Setelah melihat workshop kami berbelanja souvenir di Saung Udjo. Jujur saja souvenirnya oke-oke, ga mahal banget dan bener-bener mencerminkan budaya indo lah. Entah saya lihat si bule membeli batik, suling bamboo, dan pernak pernik lainnya. Saya tidak membeli apa-apa karena sedang krisis keuangan -_-“

Cibeunying Kidul-20130428-00778

Selepas dari Saung Udjo, si Bule cerita bahwa dia sangat tertarik dengan budaya Indo dan bertanya dimana lagi dia dapat menjumpai hal-hal seperti di Saung Udjo.

“Hmmm.. dimana ya kalo di bandung?”, saya berpikir keras

“kayaknya orang-orang kalo datang ke bandung emang tujuannya buat fashion deh, facory outlet tumbuh dengan pesat dimana-mana. Kalo yang kental budayanya kayaknya di kota Yogya atau Bali deh pasti oke banget”, tutur saya kepada si Bule.

Gilak di tengah zaman modern yang mash berkembang masih ada ya generasi muda yang melestarikan budaya asli Indonesia. Saya membayangkan gimana kalo ga ada Saung Udjo di Bandung, mungkin angklung cuma jadi cerita di ensiklopedia yang lambat laun akan hilang ketenarannya. Factory outlets ada ratusan di bandung, namun sanggar angklung taunya saya cuma 1 itu doang. Gimana ya kalo ga ada anak negeri yang mau melestarikan budaya Indonesia? Karena budaya kita bener-bener bisa menjadi daya tarik utama pariwisata di Indonesia bagi pelancong asing.  

Malu juga sih, jujur saja saya selama ini bukan penikmat seni indonesia sejati, ya sama seperti anak muda pada umumnya. Yap, dengan kunjungan ke Saung Udjo ini saya lebih bisa menghargai budaya asli Indonesia.

 

2 thoughts on “Angklung Saung Udjo

  1. Wah, aku durung tau mrono mas…😀

    Btw, untuk wisata budaya di Jawa Barat, selain Saung Angklung Mang Udjo di Bandung, yang recommended lainnya ada Kampung Naga (Tasikmalaya), perkampungan suku Baduy (Banten), dan keraton kasultanan Cirebon.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s