5 Hal Untuk Mengoptimalkan Masa Kuliah

Waktu berlalu begitu cepat. Tak terasa sudah hampir 1,5 tahun saya menanggalkan status mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Entah kena rangsangan apa, tiba-tiba pikiran saya menerobos ke masa lalu. Yap, 6 tahun yang lalu di tahun 2007. Teringat zaman dahulu ketika belajar keras untuk masuk kampus idaman, teringat naik kereta dari Surabaya ke Bandung demi mengikuti tes seleksi di kampus ganesha, dan saya teringat pula ketika harus antri naudzubillah panjangnya demi daftar ulang pendaftaran kampus di Sabuga.

Image

Ketika itu masih lekat dalam ingatan saya bertemu salah satu dosen senior disana. Dosen informatika di STEI. Ketika saya menyerahkan berkas dokumen pendaftaran, beliau diam sejenak dan memandang saya dan berkata :

“Selamat ya masuk STEI. Kamu mau masuk jurusan apa kedepannya?”

“Informatika, Pak”, jawab saya dengan yakin.

“Kenapa kamu mau masuk informatika? Emang apa cita-cita kamu?”

Saya diam sesaat merenungi pertanyaan yang terlihat sederhana namun dalam tersebut.

“Saya dari kecil suka main game, Pak. Suatu saat saya akan buat game karya anak negeri yang mendunia!”.

“Okey kalau begitu Bapak tunggu ya kamu di Jurusan Informatika”, ujar beliau dengan mantap.

Dan sekarang inilah saya lulusan teknik elektro dengan nilai algoritma struktur data C (alhamdulilah lolos karena terbantu tugas kelompok dimana saya gabut) dan kemampuan pemrograman pas-pasan.

Tahun pertama saya habiskan di kampus untuk beradaptasi di lingkungan yang baru. Tahun pertama masih rajin belajar kalau mau ujian dan rajin mengerjakan tugas. Tahun kedua merupakan tahun galau untuk menentukan jurusan. Dan inilah saya mengambil spesialisasi arus lemah karena image robot yang terlihat keren (walaupun pada akhirnya saya tidak pernah ikut kontes lomba robot sekalipun). Tahun ketiga merupakan tahun antah berantah, paling berwarna dengan berbagai kegiatan aktualisasi diri. Tahun keempat merupakan tahun saya sedikit kehilangan kendali, telat ngambil tugas akhir dan managemen diri yang buruk. Alhasil saya lulus 4,5 tahun. Di semester terakhir yang hanya mengambil beberapa SKS saja IP saya di semester tersebut masih dua koma. Sungguh menggenaskan  -__-“

Kini saya menghadapi lingkungan yang benar-benar baru. Kehidupan sebenarnya setelah masa kuliah. Kalau menilik kembali ke masa lalu bisa saya katakana bahwa masa-masa kuliah adalah masa yang hebat dan penuh kenangan. Yup, masa itu tidak selamanya, hanya berlangsung 4 tahun ++ dalam umur hidup  kita.

 Ada beberapa hal yang saya syukuri dan saya sesali ketika menilik ke masa lalu. Memang kata orang hikmah baru lahir belakangan. Berikut ini menurut saya saran untuk mengoptimalkan masa ketika kita masih berstatus mahasiswa.

 

1.       Belajar bukan mengejar nilai semata namun pemahaman. Belajarlah sampai paham. Jangan pernah menyontek.

IPK penting, namun berfungsi hanya sebagai gerbang masuk semata jika kita ingin melanjutkan karir di sebuah tempat. Jangan sampai IPK yang kita peroleh tidak mencerminkan kemampuan dan pemahaman kita sebenarnya.  Yap jujur ketika tahun pertama saya masih rajin mengerjakan PR sendiri. Namun seiring berjalannya waktu saya sering mencontek PR. Datang pagi sebelum kuliah untuk ngerjain PR duluan bukanlah hal yang tabu. Baru beli buku referensi dan belajar H-2 sebelum ujian sering saya lakukan. Kalau saya pikir-pikir lagi, hal tersebut saya lakukan karena saya menganggap remeh ilmu tersebut. Ketidaktahuan akan urgensinya dan aplikasinya kelak mengakibatkan saya malas akan memahaminya, mencari tahu lebih dalam. “Ngapain toh ngedalamin kalkulus kalo emang ga pernah di pake”. Seeing is believing. Aplikasi dari keilmuan yang kita pelajari akan terlihat di belakang kelak. Saya baru mengetahui untuk apa ngitung root locus susah-susah, tuning PID, ngapain analisis daya atau gunanya kuliah mesin-mesin elektrik ya di dunia kerja sekarang. Baru keliatan efek saya dulu kebanyakan nyontek ngerjain PR dan belajar kebut semalam.

Image

Percayalah ilmu yang dikasih ga ada yang sia-sia, tergantung planning karir masing-masing kedepan. Kalau misalnya ingin jadi arsitek namun masuk jurusan perminyakan nah kita sendiri yang salah ngapain ngambil jurusan perminyakan kalo emang niatnya pingin jadi arsitek. Melihat berbagai aplikasi keilmuan di dunia nyata dapat menambah motivasi belajar. Intinya masa kuliah emang benar-benar masa membentuk fondasi keilmuan di bidang kita masing-masing. Maksimalkan itu.

 

2.       Dalami ilmu/skill yang disenangi. Aktualisasikan diri guna mencari passion.

Image

Aktualisasikan ilmu/skill yang kita senangi. Ilmu yang kita dapat di perguruan tinggi jangan hanya dipelajari namun kalau bisa diaktulisasikan. Misalkan nih ada anak elektro hobinya buat desain web gitu ya bisa diaplikasikan dengan masuk kepanitiaan jadi divisi publikasi. Masuk klub yang sealiran dengan hobi kita sangat disarankan, misal ybs bisa masuk divkom atau ARC atau apapun itulah. Berkumpul dengan orang-orang satu hobi akan meningkatkan semangat kita untuk terus belajar dan juga sharing ilmu jadi lebih gampang. Kalau ada kesempatan juga ikuti lomba-lomba yang ada, alhamdulilah sekali kalau bisa jadi prestasi. Untuk mencari passion kita tidak bisa dilakukan hanya dengan diam duduk merenung, berpikir. Namun harus “nyemplung” langsung ke area yang kita minati. Kalau belum yakin apakah itu passion kita, coba selami lebih dalam dengan mengaplikasikannya. Feel the beat. Kalau yang passionnya mau jadi pengusaha, mangga belajar buka usaha, yang mau jadi dosen mangga bisa jadi assisten dosen atau asisten praktikum. Yang mau jadi politisi, mangga bisa coba berpolitik di kampus.  Percayalah fondasi yang dibangun sekarang baru terlihat hasilnya di masa depan.

Image

Saya menyesal dulu tidak mendalami skill/keilmuan tertentu lebih dalam diluar ruang kuliah. Nyesal juga tidak pernah ikut lomba-lomba, buat sesuatu atau gabung klub keilmuan manapun yang sehobi.

 

3.       Berteman sebanyak-banyaknya : lintas jurusan, lintas angkatan bahkan mungkin lintas kampus.

 Bertemanlah dengan sebanyak-banyaknya manusia di kampus. Bukan hanya teman seangkatan satu jurusan namun lintas angkatan dan lintas jurusan. Lebih oke lagi bisa lintas kampus. Berteman tidak hanya terbatas sesama mahasiswa namun bisa dengan dosen, karyawan, masyarakat sekitar dan semuanya apa. Kenapa harus berteman sebanyak-banyaknya?

Image

 

Image

Yang paling saya suka berteman dengan banyak orang adalah membuka pikiran dan wawasan. Semakin bervariasi latar belakang, sifat teman-teman kita, semakin dapat membuka mindset berpikir lebih besar lagi. Komunikasi dan tukar pikiran yang terjadi adalah tak ternilai harganya. Yap, dikampus lah kawan-kawan bisa bertemu dengan calon engineer, calon programmer, calon penambang, calon pengacara, calon dokter, calon aktivis lingkungan dsb.

Perluas jaringan, perluas kesempatan. Kita tidak pernah tahu apa yang bakal terjadi di masa depan. Syukur-syukur malah bisa dapat gebetan atau calon istri.

Image

 

 

4.       Aktualisasikan diri dengan bergabung di organisasi mahasiswa, berbagai acara and having fun!

Image

Dengan terlibat dalam organisasi, berkecimpung dalam kepanitiaan akan semakin mengasah kemampuan managemen :  Managemen waktu, managemen konflik, managemen sumber daya baik manusia maupun managemen keuangan. Softskill perlu diasah untuk bekal masa depan. Apalah artinya ide yang brilian kalau tidak bisa dikomunikasikan dan dieksekusi. Nikmati setiap momen dan dinamika yang terjadi, belajar mengatur waktu, konflik dengan sahabat maupun kegilaan lainnya.

Image

Saya jadi ingat ketika di ospek di jurusan, kami semua di kumpulkan di sebuah lapangan rumput dekat laboratorium radar.  Seperti biasa, yang namanya ospek panitianya garang-garang. Malam semakin gelap dan pekat. Kami semua disuruh menutup mata. Keadaaan hening tanpa suara. Ketika membuka mata, kami melihat segerombolan senior dengan kostum yang aneh-aneh. Ada yang pake sarung , ada yang pake peci, topeng dkk. Mereka sedang melucu dan kami tidak boleh tertawa. Tak kalah anehnya setelah itu kami dipisah-pisahkan dan disuruh meniru jargon dan gaya sailormoon, saras 008. Hingga pada akhirnya kami diberi pudding. Kuambil pudding yang banyak karena lumayan lah makanan gratis.

“Makanan ini harus kalian habiskan! Jangan dibuang jangan disisakan!”, teriak senior.

Perasaanku makin ga enak. Apakah saya akan diracun? Ataukah apa?

Akhirnya kumakan dan ternyata didalam pudding isinya BAWANG PUTIH!

Yup, kegilaan maupun kejadian konyol lain yang terjadi. Lantas orang-orang pasti heran,

Image

“Gile ngapain lu mau ikut gitu-gituan, ga ada gunanya kali. Apa coba manfaatnya disuruh jargon saras, sailormoon, lalu dikasih panggilan aneh-aneh? Ngapain juga elu mau makan tu bawang putih? Apa coba manfaat semua hal tersebut??”

Hidup ga datar dan kaku, serba fungsional saja. Hidup butuh warna, butuh persahabatan, butuh kegilaan. Tahukah kamu, setelah malam itu kami bisa tertawa menceritakan kembali peristiwa absurd kala itu. Banyak cerita lucu yang bisa dibagi diantara teman seangkatan. Kami makin akrab. Dan yang lebih penting lagi, sampai sekarang saya masih ingat peristiwa itu. Yup, hal tersebut telah menjadi bagian dari memori saya yang terus melekat, sampai sekarang dan seterusnya. Ibarat pepatah mengatakan bahwa memori terbaik lahir dari ide-ide gila. Nikmati setiap aktivitas yang ada. Kembangkan diri melalui organisasi. Karena 30 tahun lagi yang kalian ingat ketika kuliah bukanlah nilai ujian yang pernah dapat AB atau apa, namun kegilaan-kegilaan yang pernah terjadi. NB : belajar dan raihlah nilai bagus juga.

 

5.       Interaksi dengan Masyarakat dan Berpengabdian

Image

 Perasaan peka, kebahagiaan diri dapat ditingkatkan dengan menolong orang lain. Gunakan masa mahasiswamu untuk bisa memberikan kontribusi secara langsung kepada orang-orang sekitar. Banyak media, banyak cara. Bisa dengan membantu di bidang pendidikan melalui pengajaran, memberikan bantuan tenaga, jasa, maupun material kepada yang membutuhkan. Tingkatkan idealism dan bawa energy itu keluar diri, entah dibidang apapun : lingkungan, pendidikan, politik dsb.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s